Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 1:9 Ayat Alkitab
Ester 1:9 Arti Ayat Alkitab
Hata, maka Wasti permaisuri itupun sudah berbuat lagi suatu perjamuan akan segala orang perempuan di dalam maligai yang pada baginda raja Ahasyweros.
Ester 1:9 Referensi Silang
Bagian ini menampilkan referensi silang terperinci yang dirancang untuk memperkaya pemahaman Anda tentang Kitab Suci. Di bawah ini, Anda akan menemukan ayat-ayat yang dipilih dengan hati-hati yang menggema tema dan ajaran yang terkait dengan ayat Alkitab ini. Klik pada gambar apa pun untuk menjelajahi analisis terperinci dari ayat-ayat Alkitab terkait dan mengungkap wawasan teologis yang lebih dalam.

Ester 5:8 (IDN) »
Jikalau patik sudah beroleh keridlaan kepada pemandangan tuanku, dan jikalau berkenan kepada tuanku meluluskan kehendak patik dan memberikan permintaan patik, hendaklah kiranya tuanku serta Haman datang pula kepada perjamuan yang pada esok hari lagi hendak patik perbuat akan tuanku, lalu patikpun akan berbuat seperti titah tuanku itu.

Ester 5:4 (IDN) »
Maka sembah Ester: Jikalau kiranya berkenan kepada tuanku, hendaklah pada hari ini tuanku serta Haman datang kepada perjamuan yang telah patik perbuat akan tuanku.
Ester 1:9 Komentar Ayat Alkitab
Esther 1:9 adalah sebuah ayat yang menggambarkan situasi di istana raja, dan konteksnya sangat penting untuk memahami makna dan tafsir ayat ini. Dalam ayat ini, kita melihat ratu Vashti yang diundang untuk tampil di depan raja dan para pejabatnya dalam keadaan yang mungkin tidak nyaman baginya. Ayat ini membuka wawasan tentang isu-isu kekuasaan, gender, dan identitas yang menjadi tema sentral dalam kitab Esther.
Makna Umum dari Esther 1:9
Dalam konteks khas budaya Persia, ratu Vashti menunjukkan ketidakpatuhan terhadap raja ketika dia menolak untuk tampil di hadapan publik. Ini menggambarkan keberanian dan integritasnya meskipun menghadapi konsekuensi serius. Beberapa komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti bahwa tindakan Vashti tidak hanya mencerminkan penolakannya untuk dijadikan objek tontonan, tetapi juga sebagai simbol dari posisi wanita dalam konteks patriarki sosial saat itu.
Tafsir dari Komentator Alkitab
-
Matthew Henry:
Menyatakan bahwa penolakan Vashti mencerminkan kemandirian dan karakter yang kuat. Dia tidak ingin direndahkan atau diperlakukan sebagai barang pajangan. Ini menunjukkan bagaimana wanita memiliki suara dan hak untuk melawan ketidakadilan, meskipun ada risiko yang besar.
-
Albert Barnes:
Menilai bahwa tindakan Vashti merupakan pernyataan berani untuk kebebasan dan martabat. Dia melihat bahwa penolakan Vashti untuk tampil mencerminkan nilai dirinya sendiri serta bagaimana masyarakat perlu progresif dalam pandangan terhadap peran wanita.
-
Adam Clarke:
Mengemukakan bahwa Vashti bukan hanya menolak perintah raja, tetapi dia berusaha untuk menjaga kehormatan dan citra dirinya. Ini menunjukkan bahwa ia lebih mengutamakan integritas pribadinya daripada mengikuti tradisi atau harapan masyarakat.
Koneksi dan Referensi Silang dalam Alkitab
Dalam memahami Esther 1:9, penting untuk melakukan cross-referencing dengan beberapa ayat lain yang berbicara tentang tema yang sama, seperti:
- Proverbs 31:25: "Dia membuka mulutnya dengan hikmat, dan pengajaran yang baik ada di lidahnya."
- 1 Peter 3:1-6: "Demikian juga, hai para istri, tunduklah kepada suamimu…" – yang berbicara tentang hubungan antara suami dan istri.
- Esther 4:14: "...dalam waktu ini, kamu akan tiba di kerajaan ini..." – yang menunjukkan tujuan ilahi bagi Ester dan Vashti.
- Galatia 3:28: "Di dalam Kristus tidak ada lagi orang Yahudi atau Yunani, budak atau orang merdeka, laki-laki atau perempuan..." – menyoroti kesetaraan di hadapan Tuhan.
- 1 Corinthians 11:3: "Tetapi ingin aku supaya kamu tahu, bahwa kepala dari setiap laki-laki adalah Kristus, kepala dari perempuan adalah laki-laki…" – membahas hierarki dalam hubungan.
- Judges 4:4: "Debora, seorang nabi wanita…" – menunjukkan contoh wanita yang mengambil posisi kepemimpinan.
- Luke 8:1-3: "Dan banyak dari wanita-wanita yang telah disembuhkan..." – menunjukkan peran penting wanita dalam pelayanan Yesus.
Pentingnya Memahami Konteks dalam Esther 1:9
Memahami konteks sosial dan budaya pada saat itu adalah kunci untuk penafsiran yang tepat. Vashti tidak hanya melawan perintah raja tetapi juga melawan norma-norma sosial yang sering kali menindas wanita. Tafsiran ini membantu membuka diskusi tentang kekuatan, hak asasi manusia, dan peran gender dalam masyarakat masa kini.
Kesimpulan
Esther 1:9 mengajarkan kita tentang kekuatan integritas dan keberanian, serta pentingnya mempertahankan kehormatan diri. Ini juga mengundang kita untuk memahami lebih dalam tema-tema yang terkait dengan identitas gender, kekuasaan, dan cara kita berinteraksi dalam hubungan sosial. Dalam melakukan studi Alkitab, penting untuk menggunakan tools for Bible cross-referencing untuk mengaitkan tema dan konsep dari berbagai bagian Alkitab.
*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.