1 Samuel 17:55 Arti Ayat Alkitab

Adapun apabila dilihat Saul akan Daud pergi mendapatkan orang Filistin itu, Maka titah baginda kepada Abner, panglima perangnya: Hai Abner! anak siapa orang muda ini? Maka sembah Abner: Ya tuanku! sesungguh-sungguh hidup nyawa tuanku, maka tiada patik mengetahuinya.

Ayat Sebelumnya
« 1 Samuel 17:54
Ayat Berikutnya
1 Samuel 17:56 »

1 Samuel 17:55 Referensi Silang

Bagian ini menampilkan referensi silang terperinci yang dirancang untuk memperkaya pemahaman Anda tentang Kitab Suci. Di bawah ini, Anda akan menemukan ayat-ayat yang dipilih dengan hati-hati yang menggema tema dan ajaran yang terkait dengan ayat Alkitab ini. Klik pada gambar apa pun untuk menjelajahi analisis terperinci dari ayat-ayat Alkitab terkait dan mengungkap wawasan teologis yang lebih dalam.

1 Samuel 16:21 IDN Gambar Ayat Alkitab
1 Samuel 16:21 (IDN) »
Demikianlah perihal datang Daud kepada Saul, lalu berdirilah ia di hadapan baginda, maka bagindapun sangat kasih akan dia, sehingga Daudpun menjadi bentara baginda.

1 Samuel 17:58 IDN Gambar Ayat Alkitab
1 Samuel 17:58 (IDN) »
Maka titah Saul kepadanya: Anak siapa engkau, hai orang muda! Maka sembah Daud: Patik ini anak patik tuanku Isai, orang Betlehem itu.

1 Samuel 17:55 Komentar Ayat Alkitab

Penjelasan Ayat Alkitab 1 Samuel 17:55

Ayat Alkitab: 1 Samuel 17:55 (TB) "Ketika Saul melihat Daud maju untuk melawan orang Filistin itu, ia berkata kepada Abner, kepala pasukan, 'Siapakah anak muda ini, Abner?' Abner menjawab, 'Sebagai jiwa tuanku, sungguh aku tidak tahu.'"

Makna Umum

Ayat ini menggambarkan momen krusial dalam sejarah bangsa Israel saat Daud berhadapan dengan Goliat. Ketika Saul mengamati Daud, ia merasa penasaran dan meminta Abner untuk mengidentifikasi Daud. Hal ini menunjukkan perhatian Saul terhadap keberanian Daud dan ketidakpastian tentang latar belakangnya.

Interpretasi Mendalam

  • 1. Keterlibatan Saul:

    Saul, raja Israel, merasa terancam oleh tantangan Goliat. Dalam konteks ini, pertanyaannya tentang Daud menunjukkan bahwa ia mencari pemahaman tentang siapa yang akan melawan musuh besar tersebut. Menurut Matthew Henry, Saul yang takut menghadapi Goliat mulai memperhatikan keberanian Daud.

  • 2. Karakter Daud:

    Daud adalah sosok muda yang diabaikan oleh banyak orang. Namun, ketekunannya dan kemampuannya dipandang sebagai sesuatu yang baru. Albert Barnes mencatat bahwa meskipun Daud tampak sebagai seorang gembala, ia memiliki keberanian dan iman yang besar, yang membuatnya menonjol di antara para prajurit.

  • 3. Ketidakpastian Abner:

    Jawaban Abner menunjukkan adanya kekacauan dan kebingungan di antara tentara Israel tentang siapa yang berani melawan Goliat. Adam Clarke menekankan bahwa Abner, sebagai kepala pasukan, memiliki tanggung jawab untuk mengetahui siapa yang berjuang di garis depan.

Keterhubungan Ayat Alkitab

Ayat ini dapat dihubungkan dengan banyak konteks dan tema dalam Alkitab. Berikut adalah beberapa referensi silang yang relevan:

  • 1 Samuel 16:11-13: Pemilihan Daud sebagai raja oleh Samuel.
  • 1 Samuel 17:4-7: Deskripsi tentang Goliat dan tantangannya.
  • 1 Samuel 17:32-37: Keberanian Daud berbicara kepada Saul.
  • Salmos 23:1: Daud sebagai gembala yang baik.
  • Hebrew 11:32-34: Pujian terhadap iman para pahlawan Israel.
  • 1 Korintus 1:27: Allah memilih yang lemah untuk mempermalukan yang kuat.
  • 2 Korintus 12:9: Kuasa Allah yang sempurna dalam kelemahan.

Keterhubungan Tematik dalam Alkitab

Ayat ini membuka diskusi menarik tentang tema keberanian, kepemimpinan, dan iman. Konektivitas antara berbagai ayat dapat dilihat dalam:

  • Berkat dalam Kelemahan: Hubungan antara iman Daud dan kekuatan yang diberikan Tuhan.
  • Kepemimpinan yang Terpilih: Kualitas yang membuat Daud dipilih menjadi raja meski diabaikan.

Kesimpulan

1 Samuel 17:55 tidak hanya sekadar kisah tentang duel antara Daud dan Goliat, tetapi juga refleksi tentang bagaimana identitas dan keberanian seseorang dapat mengubah arah sejarah. Dalam konteks yang lebih besar, ayat ini meminta kita untuk memperhatikan keberanian kita sendiri dalam menghadapi tantangan serta bagaimana kita dapat mempercayakan diri kita kepada Tuhan.

Aplikasi dalam Kehidupan Kita

Ketika kita menghadapi tantangan yang sepertinya terlalu besar, kita dapat belajar dari Daud untuk tidak meremehkan kemampuan yang kita miliki, dan mengingat bahwa keberanian dan iman pada Tuhan adalah senjata yang paling ampuh.

*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.

IDN Buku-Buku Alkitab