Pemahaman Ayat Alkitab: Efesus 5:17
Dalam Efesus 5:17, Paulus mengingatkan jemaat untuk tidak hidup dengan kebodohan, tetapi untuk memahami kehendak Tuhan. Ayat ini sangat penting dalam konteks kehidupan Kristen, di mana pemahaman akan kehendak Tuhan menjadi kunci untuk menjalani hidup yang berkenan bagi-Nya. Dalam ulasan ini, kita akan menggali makna mendalam dari ayat ini melalui sinergi beberapa komentar dari para ahli Alkitab.
Makna Efesus 5:17
Efesus 5:17 berbunyi: "Karena itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."
Paul memulai dengan peringatan untuk tidak hidup dalam kebodohan. Kebodohan yang dimaksud adalah kurangnya pengetahuan yang benar mengenai bagaimana seharusnya seorang Kristen hidup. Mari kita lihat beberapa komentar dari para ahli.
Komentar dari Matthew Henry
Menurut Matthew Henry, pemahaman akan kehendak Tuhan adalah penting untuk hidup yang benar. Ia menekankan bahwa tindakan bodoh yang dipertahankan oleh kebanyakan orang adalah akibat dari ketidakmampuan untuk memahami kebenaran dan tujuan ilahi. Memahami kehendak Tuhan menuntut usaha dan pengamatan terhadap Firman-Nya.
Komentar dari Albert Barnes
Albert Barnes lebih jauh menjelaskan bahwa kebodohan di sini berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang dipenuhi dengan keinginan duniawi dan pengabaian akan hal-hal spiritual. Ia menekankan pentingnya bijak dalam menentukan pilihan di tengah keinginan dunia yang bertentangan dengan ajaran Kristus.
Komentar dari Adam Clarke
Adam Clarke juga memberikan pandangannya bahwa ayat ini mencerminkan panggilan untuk hidup menurut terang dan bukan kegelapan. Dia mencatat bahwa untuk memahami kehendak Tuhan, seorang Kristen harus memiliki hubungan intim dengan-Nya dan mengandalkan pimpinan Roh Kudus.
Pentingnya Memahami Kehendak Tuhan
Memahami kehendak Tuhan bukanlah hal yang pasif. Ini melibatkan pencarian yang aktif dan teliti. Dalam hal ini, kita perlu melihat beberapa referensi silang yang dapat membantu menerangi pernyataan di Efesus 5:17.
Referensi Silang yang Relevan
-
Kolose 1:9-10: Mendorong kita untuk meminta pengertian penuh akan kehendak-Nya.
-
Roma 12:2: Menyerukan kita untuk tidak menyesuaikan diri dengan dunia, tetapi memperbaharui pikiran kita untuk mengetahui kehendak Tuhan.
-
Matius 7:7: Mengajarkan kita untuk meminta dan mencari, sehingga kita dapat mengetahui jalan Tuhan.
-
Yakobus 1:5: Mengingatkan kita akan pentingnya meminta hikmat dari Tuhan.
-
1 Petrus 2:15: Menyatakan bahwa kita diharapkan untuk melakukan kehendak Tuhan dan tidak hidup dalam kebodohan.
-
Filipi 2:5: Memanggil kita untuk memiliki pikiran yang sama seperti Kristus.
-
1 Korintus 2:16: Menegaskan bahwa kita memiliki pikiran Kristus untuk memahami yang ilahi.
Kesimpulan
Efesus 5:17 mengajarkan kita untuk tidak hidup dalam kebodohan. Sebaliknya, kita harus berusaha untuk memahami kehendak Tuhan. Ini melibatkan pencarian yang aktif, belajar dari Firman Tuhan, dan membangun hubungan yang dekat dengan-Nya. Dengan memahami kehendak Tuhan, kita diperlengkapi untuk menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya.
Dengan menggunakan alat untuk merujuk silang, seperti konsorsium Alkitab dan panduan referensi Alkitab, kita dapat memperdalam pemahaman kita tentang hubungan antara berbagai ayat dan tema dalam Alkitab. Melakukan studi silang dapat membantu menjembatani pemahaman kita mengenai kehendak Tuhan, serta memperkuat keyakinan dan iman kita sebagai orang Kristen.