1 Samuel 4:17 Arti Ayat Alkitab

Maka sahut orang yang berkabar itu, katanya: Bahwa orang Israel sudah lari dari hadapan orang Filistin, lagipun kealahan besar telah jadi di antara segala rakyat itu, tambahan pula kedua anak tuan Hofni dan Pinehaspun sudah mati dan tabut Allahpun sudah dirampas musuh.

Ayat Sebelumnya
« 1 Samuel 4:16
Ayat Berikutnya
1 Samuel 4:18 »

1 Samuel 4:17 Referensi Silang

Bagian ini menampilkan referensi silang terperinci yang dirancang untuk memperkaya pemahaman Anda tentang Kitab Suci. Di bawah ini, Anda akan menemukan ayat-ayat yang dipilih dengan hati-hati yang menggema tema dan ajaran yang terkait dengan ayat Alkitab ini. Klik pada gambar apa pun untuk menjelajahi analisis terperinci dari ayat-ayat Alkitab terkait dan mengungkap wawasan teologis yang lebih dalam.

1 Samuel 4:10 IDN Gambar Ayat Alkitab
1 Samuel 4:10 (IDN) »
Arakian, maka berperanglah orang Filistin, dialahkannya orang Israel, larilah sekaliannya, masing-masing ke dalam kemahnya; maka adalah kealahan yang amat besar, sehingga dari pada orang Israel rebahlah mati tiga puluh ribu orang.

1 Samuel 3:11 IDN Gambar Ayat Alkitab
1 Samuel 3:11 (IDN) »
Lalu firman Tuhan kepada Semuel: Bahwasanya Aku akan mengadakan kelak suatu perkara di antara orang Israel, sehingga mendesinglah kedua belah telinganya pada barangsiapa yang mendengarnya.

1 Samuel 4:17 Komentar Ayat Alkitab

Penjelasan Ayat Alkitab: 1 Samuel 4:17

1 Samuel 4:17 menceritakan tentang seorang pengantara yang membawa berita kehancuran kepada Eli, yaitu bahwa Israel telah kalah dalam pertarungan melawan Filistin dan bahwa tabut perjanjian Tuhan telah ditangkap. Ayat ini merupakan bagian penting dari narasi yang menunjukkan konsekuensi dari ketidaktaatan dan kelalaian spiritual bangsa Israel.

Pemahaman Umum

Ayat ini memberikan gambaran langsung tentang dampak dari konflik yang terjadi. Eli, sebagai pemimpin spiritual Israel, menunjukkan reaksi yang mencerminkan kesedihan dan kehampaan akibat kehilangan yang dialaminya. Ini menggambarkan bagaimana kekalahan fisik juga berdampak psikologis dan spiritual. Di sini kita dapat menyaksikan bahwa setiap ketidaktaatan kepada Tuhan berujung pada konsekuensi yang serius.

Insight dari Komentar Alkitab

  • Matthew Henry: Menurut Matthew Henry, kemenangan Filistin atas Israel tidak hanya menjadi kekalahan militer tetapi juga merupakan cerminan dari ketidaksetiaan bangsa Israel kepada Tuhan. Henry melihat ini sebagai peringatan akan pentingnya menjaga hubungan yang benar dengan Tuhan agar tidak terjerumus dalam keputusasaan.
  • Albert Barnes: Albert Barnes menambahkan bahwa tabut perjanjian adalah simbol kehadiran Tuhan di tengah-tengah Israel. Kehilangan tabut ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak lagi berjalan bersama mereka, dan ini menjadi momen kunci bagi ketahanan spiritual bangsa Israel. Barnes memperingatkan bahwa membuang kepercayaan kepada Tuhan akan mengakibatkan pengkondisian negatif dalam hidup sehari-hari.
  • Adam Clarke: Menurut Adam Clarke, Eli merasakan kesedihan yang mendalam bukan hanya karena kehilangan fisik dari tabut, tetapi juga karena kehilangan kuasa spiritual yang menyertainya. Clarke menggambarkan bagaimana Eli memahami bahwa keadaan ini merupakan hasil dari pengabaian Tuhan dan menghimbau untuk kembali kepada-Nya.

Makna Tematik

Dari perspektif tematik, 1 Samuel 4:17 mengajak kita untuk merenungkan konsekuensi dari penolakan terhadap Tuhan dan pemeliharaan iman. Peristiwa ini dapat diasosiasikan dengan tema besar dalam Alkitab tentang ketetapan hukum dan keadilan ilahi, di mana setiap bangsa yang berpaling dari Tuhan akan menghadapi keruntuhan dan kehilangan.

Kaitannya dengan Ayat Lain

Aya ini terkait dengan beberapa surat Alkitab lainnya yang juga berbicara tentang hubungan bangsa Israel dengan Tuhan dan seperti apa konsekuensinya:

  • Pengkhotbah 7:14 - Mengingatkan kita untuk tetap bersyukur dalam segala situasi.
  • Yesaya 59:2 - Menerangkan bahwa dosa memisahkan antara Tuhan dan umat-Nya.
  • Yeremia 5:25 - Menyatakan bahwa keberuntungan kita sering kali terpengaruh oleh dosa kita.
  • Amos 3:3 - Menunjukkan bahwa tidak ada persekutuan tanpa kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat.
  • Roma 1:21-22 - Menegaskan bahwa menolak kebenaran Tuhan membawa kepada kebodohan spiritual.
  • 2 Tawarikh 7:14 - Penekanan pada pertobatan sebagai jalan kembali kepada Tuhan.
  • Mikha 3:4 - Ketidakadilan mengarah kepada hilangnya instruksi Tuhan bagi bangsa tersebut.

Kesimpulan

1 Samuel 4:17 menyerukan perhatian kita pada pentingnya menjaga iman dan hubungan kita dengan Tuhan. Keterpetsisan dari nasib bangsa Israel, ditunjukkan melalui kehampaan yang dialami Eli, adalah pengingat bagi kita bahwa mengabaikan kehadiran dan arahan Tuhan akan mendatangkan akibat yang parah. Dalam memahami ayat ini, kita diajak untuk merefleksikan hubungan kita dengan Tuhan dan berusaha untuk menghindari jalan yang membawa kepada kehilangan dan kehampaan.

*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.

IDN Buku-Buku Alkitab