2 Tawarikh 26:19 Arti Ayat Alkitab

Maka murkalah Uzia, dan bokor pedupaanpun adalah dalam tangannya hendak membakar dupa, maka sementara berbangkitlah murkanya akan segala imam itu tiba-tiba tumbuhlah bala kusta pada dahinya di hadapan segala imam di dalam rumah Tuhan dari atas meja pedupaan itu.

Ayat Sebelumnya
« 2 Tawarikh 26:18
Ayat Berikutnya
2 Tawarikh 26:20 »

2 Tawarikh 26:19 Referensi Silang

Bagian ini menampilkan referensi silang terperinci yang dirancang untuk memperkaya pemahaman Anda tentang Kitab Suci. Di bawah ini, Anda akan menemukan ayat-ayat yang dipilih dengan hati-hati yang menggema tema dan ajaran yang terkait dengan ayat Alkitab ini. Klik pada gambar apa pun untuk menjelajahi analisis terperinci dari ayat-ayat Alkitab terkait dan mengungkap wawasan teologis yang lebih dalam.

Bilangan 12:10 IDN Gambar Ayat Alkitab
Bilangan 12:10 (IDN) »
Dan awan itupun terangkatlah dari atas kemah, maka sesungguhnya Miryam kena kusta seperti salju. Serta terpandanglah Harun akan Miryam, bahwasanya telah berkusta adanya.

2 Raja-raja 5:25 IDN Gambar Ayat Alkitab
2 Raja-raja 5:25 (IDN) »
Setelah itu maka masuklah Gehazi, lalu berdiri menghadap tuannya. Maka kata Elisa kepadanya: Hai Gehazi, engkau dari mana? Maka sahutnya: Tiada sahaya pergi ke mana-mana.

2 Tawarikh 25:16 IDN Gambar Ayat Alkitab
2 Tawarikh 25:16 (IDN) »
Tetapi sementara lagi orang itu berkata kepadanya, maka titah baginda: Sudahkah engkau diangkat orang akan pembicara raja? tahanilah akan dirimu; apakah gunanya engkau dibunuh orang kelak? Maka nabi itu lalu menahani akan dirinya, tetapi katanya juga: Sekarang kuketahui bahwa dengan takdir Allah juga hendak membinasakan dikau, tegal perbuatanmu demikian ini dan engganlah engkau mendengar akan bicaraku.

2 Tawarikh 16:10 IDN Gambar Ayat Alkitab
2 Tawarikh 16:10 (IDN) »
Tetapi murkalah Asa akan orang penilik itu, diserahkannya ke dalam penjara, demikianlah sangat murkanya akan dia sebab kata itu, dan lagi beberapa orang dari pada rakyatpun dianiayakan oleh Asa pada masa itu.

2 Tawarikh 26:19 Komentar Ayat Alkitab

Penjelasan Ayat Alkitab: 2 Tawarikh 26:19

Ayat: "Tetapi Uzia yang marah, dan dia memegang dupa untuk membakar tanah, dan ia tidak diberitahu. Di hadapan para imam, dan ketika dia marah sampai di dalam kuil, dan itu adalah hal yang mengerikan." (2 Tawarikh 26:19)

Ayat ini menggambarkan tindakan Uzia yang marah ketika para imam menegurnya karena mencoba melakukan tugas yang bukan haknya, yakni membakar dupa di dalam kuil. Hal ini mengajak kita untuk memahami pentingnya ketaatan kepada aturan Tuhan.

Makna dan Interpretasi Alkitab

Dalam penjelasan ini, kita akan menyatukan pandangan dari beberapa komentar publik domain untuk memperdalam pemahaman kita tentang 2 Tawarikh 26:19.

Pandangan Matthew Henry

Matthew Henry berpendapat bahwa tindakan Uzia menunjukkan kebanggaan dan sikap memberontak terhadap tugasku para imam. Uzia, yang telah menikmati banyak berkat Tuhan, gagal menyadari batas-batas yang ditetapkan oleh Allah. Ketika dia melihat keberhasilan dan melampaui wewenangnya, akibatnya adalah kemarahan Tuhan. Hal ini mencerminkan tema besar dalam Alkitab tentang bagaimana keberhasilan harus diikuti dengan kerendahan hati dan pengakuan akan otoritas Ilahi.

Pandangan Albert Barnes

Albert Barnes menekankan bahwa Uzia tidak hanya melanggar hukum Nabi, tetapi lebih jauh lagi, dia menunjukkan ketidaktaatan kepada Tuhan. Melalui ketidaktaatan ini, dia terpaksa menghadapi konsekuensi serius. Barnes mungkin menunjukkan bahwa ketidaktaatan adalah tema berulang dalam Alkitab, yang berakhir dengan penghakiman Tuhan.

Pandangan Adam Clarke

Adam Clarke menjelaskan lebih jauh tentang tindakan Uzia dengan memberi konteks tentang secara historis bagaimana kuil dihormati. Mengabaikan tata cara ibadah yang telah ditetapkan bukan saja menciptakan kekacauan spiritual, tetapi juga menunjukkan ketidakpekaan terhadap panggilan suci. Perilaku sombong Uzia bergerak dari kesombongan pribadi menuju kemarahan yang mengarah pada kegagalan. Dia diingat bukan hanya karena keberhasilannya, tetapi juga karena pelanggarannya.

Refleksi dan Penerapan

Ketika kita memahami 2 Tawarikh 26:19, penting untuk mengaitkan ayat ini dengan ajaran kekristenan saat ini. Ini memberikan pelajaran tentang bagaimana pentingnya menghormati posisi dan tugas yang ditetapkan Allah.

Referensi Silang Alkitab

  • 1 Samuel 15:23: "Karena pemberontakan adalah sama seperti dosa sihir, dan pembangkangan adalah sama seperti kejahatan berhala." - Menyampaikan tema ketidaktaatan kepada Tuhan yang senantiasa diulang.
  • Ulangan 18:20: "Tetapi seorang nabi yang angkuh mengucapkan sesuatu yang tidak pernah Aku perintahkan kepadanya, ia akan mati." - Menggambarkan konsekuensi dari pelanggaran.
  • Mazmur 51:17: "Korban yang menyenangkan bagi Allah adalah roh yang hancur; hati yang hancur dan remuk tidak akan Kau tolak." - Menunjukkan nilai kerendahan hati dalam ibadah.
  • Pengkhotbah 5:1: "Hati-hatilah ketika kamu pergi ke rumah Allah, lebih baik mendengarkan daripada mempersembahkan korban bodoh." - Mengingatkan kita bahwa menyembah harus disertai dengan kepatuhan.
  • 2 Tawarikh 26:16: "Tetapi ketika ia menguatkan hatinya untuk pergi ke rumah Tuhan..." - Mengingatkan pada karakter Uzia yang baik sebelum perubahan sikapnya.
  • Yeremia 29:23: "Karena mereka telah melakukan kebohongan dalam nama-Ku." - Menggambarkan konsekuensi berbicara tanpa otoritas ilahi.
  • Yehezkiel 14:10: "Mereka akan menjawab salah satu dari dosa mereka sendiri." - Menggambarkan betapa setiap orang akan bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami bagaimana 2 Tawarikh 26:19 berfungsi sebagai pengingat untuk tetap patuh pada perintah Tuhan. Kitab-kitab Alkitab yang berkaitan memberikan wawasan tambahan terkait tema ketaatan, pengaruh diri, serta otoritas spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana Uzia harus menghadapi konsekuensi atas kebanggaannya, kita pun diajak untuk bersikap rendah hati dan menghormati peraturan yang ditetapkan Tuhan.

Refleksi Lanjutan

Kita dapat mengambil contoh dari kehidupan Uzia. Sewaktu kita mengalami kesuksesan, hendaknya kita tidak melupakan batasan dan tanggung jawab yang Tuhan tetapkan. Juga, sebagai komunitas iman, penting untuk berbagi cara kita memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ketaatan dalam konteks yang lebih luas melalui berbagai studi Alkitab yang berfokus pada hubungan ayat-ayat dan prinsip-prinsip Tuhan.

*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.

IDN Buku-Buku Alkitab