Makna Ayat Alkitab Daniel 5:28
Ayat Daniel 5:28 berbunyi:
"Peresh: Allah telah menghitung hari-hari kerajaanmu dan mengakhiri kerajaanmu."
Berikut adalah penjelasan yang merangkum makna dari ayat ini, berdasarkan berbagai komentar publik domain oleh Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke.
Pemahaman Umum
Dalam konteks cerita, Belshazzar adalah raja Babel yang merasa bahwa kekuasaannya tak tergoyahkan. Namun, saat ia mengadakan pesta besar dan menggunakan peralatan dari Bait Allah, ia tidak menyadari bahwa waktu kerajaan Babelnya sudah hampir habis. Pesan dari tangan yang muncul menulis di dinding menggambarkan penilaian Allah terhadap kekuasaan dan tindakan manusia.
Analisis Ayat
Dengan merujuk pada komentar dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, kita bisa mendapatkan beberapa pemahaman sebagai berikut:
- Kekuatan Allah dan Penilaian: Rendah hati dan kesadaran akan kekuasaan Allah sangat penting. Belshazzar meremehkan kedudukan Allah dan akibatnya, Allah menghitung dan menilai perbuatannya.
- Perubahan Kekuasaan: Daniel menyampaikan bahwa semua kekuatan adalah sementara dan Allah memiliki otoritas untuk mengakhiri setiap kerajaan. Hal ini terlihat dalam isu universal bahwa tidak ada penguasa yang abadi.
- Perhatian pada Tanda dan Simbol: Tangan yang menulis merupakan simbol dari kehadiran ilahi yang mengingatkan kita akan segala tindakan kita di hadapan Tuhan.
- dari Teks ke Konteks: Pemberian pesan Ilahi di tengah pesta merupakan refleksi bahwa hidup yang merayakan kesenangan dunia dapat menghadapi konsekuensi yang mengerikan jika mengabaikan Tuhan.
- Peringatan dan Kesempatan: Firman Allah melalui Daniel memberikan peringatan kepada kerajaan untuk bertobat dan mematuhi Allah.
- Dimensi Eschatologis: Melihat lebih dalam, penilaian ini juga mencerminkan eskatologi di mana setiap penguasa pada akhirnya akan dihadapkan pada kebenaran sejati dari pekerjaan mereka.
Keterkaitan dengan Ayat Lain
Berikut adalah beberapa ayat yang berhubungan dengan Daniel 5:28:
- Daniel 4:17: "Keputusan ini adalah agar segala orang tahu bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia." (Penegasan tentang kekuasaan Allah).
- Yohanes 19:11: "Engkau tidak akan mempunyai kuasa sedikitpun atas-Ku, jika itu tidak diberikan kepada-Mu dari atas." (Menggambarkan kekuasaan ilahi).
- Roma 13:1: "Setiap orang harus takluk kepada pemerintah yang lebih tinggi." (Mengakui otoritas Allah dalam pemerintahan).
- Mazmur 75:7: "Sebab Allah adalah Hakim, Ia menurunkan satu dan meninggikan yang lain." (Transisi kekuasaan di tangan Tuhan).
- Amsal 16:18: "Keangkuhan mendahului kehancuran." (Peringatan agar tidak meremehkan Tuhan).
- Daniel 2:21: "...Ia memindahkan raja-raja dan mendirikan raja-raja." (Kekuasaan Allah atas bangsa-bangsa).
- Lukas 12:20: "Tetapi Allah berfirman kepadanya: Hai engkau yang bodoh!" (Kesombongan dan ketidakpedulian dalam menghadapi Allah).
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Daniel 5:28 menekankan bahwa kekuasaan manusia tidak terlepas dari penilaian Allah. Ini adalah pengingat untuk hidup dalam kesadaran akan kehadiran dan kekuasaan Allah, serta pentingnya merendahkan diri di hadapan-Nya. Melalui penjelasan ini, kita dapat menemukan makna ayat Alkitab yang lebih dalam dan saling terkait dengan ayat-ayat Alkitab lainnya. Menurut alat referensi Alkitab, kita dapat menggunakan kajian rujukan Alkitab untuk menelusuri tema dan pesan dalam firman Tuhan.
*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.