Ulangan 27:21 Arti Ayat Alkitab

Kutuklah orang yang berseketiduran dengan binatang! Maka segenap orang banyak itu akan menyahut: Amin!

Ayat Sebelumnya
« Ulangan 27:20
Ayat Berikutnya
Ulangan 27:22 »

Ulangan 27:21 Referensi Silang

Bagian ini menampilkan referensi silang terperinci yang dirancang untuk memperkaya pemahaman Anda tentang Kitab Suci. Di bawah ini, Anda akan menemukan ayat-ayat yang dipilih dengan hati-hati yang menggema tema dan ajaran yang terkait dengan ayat Alkitab ini. Klik pada gambar apa pun untuk menjelajahi analisis terperinci dari ayat-ayat Alkitab terkait dan mengungkap wawasan teologis yang lebih dalam.

Imamat 18:23 IDN Gambar Ayat Alkitab
Imamat 18:23 (IDN) »
Dan lagi jangan kamu menajiskan dirimu oleh berbaring dengan binatang, dan seorang perempuanpun jangan berbaring dengan binatang karena ia itulah suatu perkara yang amat keji adanya.

Keluaran 22:19 IDN Gambar Ayat Alkitab
Keluaran 22:19 (IDN) »
Barangsiapa yang berseketiduran dengan binatang, tak akan jangan orang itu mati dibunuh.

Imamat 20:15 IDN Gambar Ayat Alkitab
Imamat 20:15 (IDN) »
Demikianpun jikalau seorang laki-laki telah berseketiduran dengan binatang, tak akan jangan orang itu mati dibunuh dan binatang itupun dipalu sampai mati.

Ulangan 27:21 Komentar Ayat Alkitab

Pengertian dan Tafsir Ayat Alkitab: Ulangan 27:21

Ulangan 27:21 berbunyi, "Terutamanya terkutuklah orang yang tidur dengan binatang yang liar atau dengan binatang buas!" Dalam ayat ini, Musa menyampaikan hukum-hukum yang harus diikuti oleh bangsa Israel di Tanah Perjanjian. Ayat ini menekankan larangan yang ketat terhadap perilaku seksual yang menyimpang dan keji yang dilakukan dengan binatang.

Makna Ayat

Berdasarkan komentar Matthew Henry, ayat ini menunjukkan betapa seriusnya dosa-dosa yang dapat dilakukan oleh umat Allah dan betapa pentingnya untuk menjaga kesucian di hadapan Tuhan. Perilaku seksual dengan binatang dipandang sebagai tindakan yang sangat tercela dan meniadakan nilai-nilai moral yang Tuhan tetapkan untuk umat-Nya.

Albert Barnes menjelaskan bahwa dalam konteks hukum Perjanjian Lama, hukum-hukum yang diberikan adalah untuk membedakan bangsa Israel dari bangsa-bangsa lain. Tindakan tersebut bukan hanya pelanggaran etika tetapi juga memperlihatkan kedalaman keterikatan umat kepada Tuhan, yang menyerukan hidup yang kudus dan terpisah dari hal-hal duniawi yang kotor.

Adam Clarke juga menekankan bahwa hal ini menunjukkan keburukan pengabaian moral yang dapat terjadi ketika umat Tuhan tidak mengikuti hukum-Nya. Perilaku ini diharapkan tidak hanya ditolak oleh individu tetapi dimusnahkan dari masyarakat sebagai suatu pengingat akan konsekuensi dari dosa.

Penjelasan Tambahan

  • Perilaku seksual dengan binatang adalah simbol dari kebangkitan hawa nafsu yang tidak terkendali.
  • Penegasan terhadap hukum ini bertujuan untuk menjaga kesucian dan integritas umat Allah.
  • Konsekuensi bagi mereka yang melanggar hukum ini sangat serius dan mencakup pemisahan dari komunitas suci.
  • Menunjukkan hubungan yang erat antara hukum Musa dan sifat suci Allah.

Referensi Silang Ayat Alkitab

Ayat ini memiliki beberapa referensi silang yang menarik yang berhubungan dengan tema dosa dan hukum, diantaranya:

  • Keluaran 22:19 - Larangan berhubungan dengan binatang.
  • Imamat 18:23 - Larangan yang sama mengenai hubungan seksual dengan binatang.
  • Imamat 20:15 - Hukum yang melarang hubungan manusia dengan hewan.
  • Ulangan 23:17-18 - Larangan tindakan amoral dalam masyarakat Israel.
  • Imamat 20:16 - Keburukan lain yang diabaikan berkaitan dengan hukum-hukum ini.
  • 1 Korintus 6:9-10 - Pengingat tentang siapa yang akan mewarisi kerajaan Allah.
  • Galatia 5:19-21 - Jenis-jenis perbuatan daging yang tertulis dalam Perjanjian Baru.

Tema Ayat

Tema ayat ini berfokus pada kesucian, moralitas, dan tanggung jawab umat Tuhan. Melalui pemahaman dan pengamatan terhadap hukum-hukum ini, kita diundang untuk merenungkan bagaimana kita hidup sehari-hari dalam konteks kekudusan dan komitmen kita kepada Allah.

Kesimpulan

Dalam menafsirkan Ulangan 27:21, penting untuk mengedepankan pemahaman tentang kesucian dan kepatuhan terhadap hukum Allah sebagai panduan hidup. Dengan memperhatikan konteks sejarah dan spiritual dari hukum-hukum ini, kita lebih dapat memahami panggilan untuk hidup dalam ketaatan dengan cara yang menghormati Allah.

Sumber Daya untuk Studi Alkitab

Penting bagi pembaca untuk memiliki alat dan bahan yang tepat guna mendalami Kitab Suci. Beberapa sumber daya termasuk:

  • Konkordansi Alkitab - Alat pencarian untuk menemukan ayat yang berhubungan.
  • Panduan Referensi Silang Alkitab - Untuk membantu dalam study perbandingan antar ayat.
  • Sistem Referensi Silang Alkitab - Sistem yang menyambungkan lebih dari satu ayat terkait.
  • Metode Studi Silang Referensi Alkitab - Berbagai cara dalam mempelajari dan mengaitkan ayat satu dengan yang lainnya.

*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.

IDN Buku-Buku Alkitab