Lukas 22:58 Arti Ayat Alkitab

Maka tiada berapa lama antaranya seorang lain pula terpandangkan dia, lalu berkata, "Engkau pun seorang daripada mereka itu." Tetapi kata Petrus, "Hai orang, aku tidak."

Ayat Sebelumnya
« Lukas 22:57
Ayat Berikutnya
Lukas 22:59 »

Lukas 22:58 Referensi Silang

Bagian ini menampilkan referensi silang terperinci yang dirancang untuk memperkaya pemahaman Anda tentang Kitab Suci. Di bawah ini, Anda akan menemukan ayat-ayat yang dipilih dengan hati-hati yang menggema tema dan ajaran yang terkait dengan ayat Alkitab ini. Klik pada gambar apa pun untuk menjelajahi analisis terperinci dari ayat-ayat Alkitab terkait dan mengungkap wawasan teologis yang lebih dalam.

Matius 26:71 IDN Gambar Ayat Alkitab
Matius 26:71 (IDN) »
Apabila ia keluar ke serambi hadapan, maka seorang dayang yang lain pula melihat dia, serta berkata kepada orang yang di situ, "Orang ini pun ada bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu juga."

Markus 14:69 IDN Gambar Ayat Alkitab
Markus 14:69 (IDN) »
Maka dayang itu lagi nampak dia, lalu katanya kepada segala orang yang berdiri di situ, "Ia ini pun seorang daripada mereka itu."

Yohanes 18:25 IDN Gambar Ayat Alkitab
Yohanes 18:25 (IDN) »
Maka Simon Petrus lagi berdiri berdiang. Lalu kata orang kepadanya, "Bukankah engkau juga seorang daripada murid-Nya?" Maka bersangkallah ia, katanya, "Bukan."

Lukas 22:58 Komentar Ayat Alkitab

Makna Ayat Alkitab Lukas 22:58

Ayat ini berbicara tentang saat Petrus, setelah mengakui bahwa ia mengikuti Yesus, dengan cepat menyangkalnya di hadapan orang banyak. Pada saat itu, dia terlihat keras kepala dan ketakutan akan konsekuensi dari pengakuan tersebut. Ini menjadi titik penting dalam menguji iman Petrus dan menunjukkan bagaimana ketakutan dapat mempengaruhi tindakan seseorang.

Interpretasi Ayat

Petrus berhak mendapatkan pengamatan di bawah situasi yang menegangkan. Dalam komentar dari Matthew Henry, ia mencatat bahwa klaim Petrus sebagai pengikut Yesus adalah momen untuk menilai kekuatan iman sebenarnya. Disinilah kita melihat transformasi yang sangat manusiawi antara pengakuan dan penyangkalan – itu menggambarkan perjalanan spiritual kita yang sering dipenuhi dengan keraguan dan ketakutan.

Menurut Albert Barnes, denyutan waktu ini menceritakan tentang sifat asli dari ketidakpastian dan kerentanan manusia. Petrus, yang sebelumnya berani berjanji untuk setia, kini merasa terasing dan menolak untuk dikaitkan dengan gurunya. Hal ini menekankan pergeseran emosi yang tajam saat situasi berubah, menunjukkan bagaimana tekanan sosial dapat mengubah pandangan seseorang.

Adam Clarke menambahkan bahwa ada pelajaran penting tentang sangat kemungkinan kita, untuk bersikap lebih dari apa yang kita katakan dan melukiskan betapa ruginya mempertahankan kepentingan dengan menyangkal iman kita. Penyangkalan Petrus bukan hanya tergantung pada situasi, namun menggambarkan ketidakstabilan jiwa ketika dihadapkan pada bahaya yang segera.

Hubungan dengan Ayat-Ayat Lain

  • Lukas 22:34 – Yesus meramalkan penyangkalan Petrus.
  • Matius 26:33-35 – Penegasan Petrus akan kesetiaan yang akhirnya dipatahkan.
  • Yohanes 18:15-18 – Narasi tentang peristiwa yang sama.
  • Markus 14:30 – Ketidakpercayaan Yesus terhadap janji Petrus.
  • 1 Korintus 10:12 – Peringatan bagi semua orang untuk tidak menganggap diri mereka aman.
  • Galatia 2:11-14 – Paul menegur Petrus atas perilaku hipokritnya.
  • Mat 10:32-33 – Janji Yesus bahwa pengakuan di hadapan banyak orang mengarah kepada keselamatan.

Bible Verse Commentary

Penting untuk mempelajari cara memahami ayat ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas tentang imannya.

Penggunaan alat seperti bible concordance dan bible cross-reference guide sangat membantu dalam cross-referencing Bible study untuk menemukan connections between Bible verses. Penyelarasan antara bible verses that relate to each other, terbukti memberikan pemahaman lebih dalam mengenai iman kita dan perjalanan spiritual.

Kesimpulan

Melalui peristiwa penyangkalan Petrus, kita melihat gambaran ketidakpastian yang sering dialami manusia saat dihadapkan pada tantangan. Cross-referencing Biblical texts memungkinkan kita untuk memahami bahwa meskipun ada kegagalan, selalu ada kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada iman yang kuat.

Makna Tematik

Keseluruhan tema ayat ini berhubungan dengan bible verse parallels seputar penyaliban, pengkhianatan, dan pengampunan. Temanya mengajak kita untuk merenungi kekuatan iman dan betapa mudah kita jatuh dalam kelemahan, serta betapa besar kasih Tuhan dalam menerima kita kembali.

*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.

IDN Buku-Buku Alkitab