Aktivitas Tafsiran Alkitab: Makna Lukas 6:38
Lukas 6:38 berbunyi: "Berilah, dan kamu akan diberi; suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang diguncang dan yang tumpah akan dicurahkan ke dalam ribaanmu; sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
Pengantar
Menggali makna Alkitab adalah proses yang mendalam. Di sini, kita akan menganalisis Lukas 6:38 menggunakan sumber-sumber publik domain, termasuk komentar dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, yang memberikan wawasan yang komprehensif tentang ayat ini.
Makna Umum
Ayat ini mengajarkan prinsip memberi dan menerima. Yesus memotivasi pengikut-Nya untuk memberi dengan semangat, menjanjikan bahwa Tuhan akan membalas dengan cara yang melimpah. Prinsip ini tidak hanya berlaku dalam konteks materi, tetapi juga dalam hal kasih, pengertian, dan pengampunan.
Poin-Poin Kunci
- Prinsip Pemberian: Pemberian yang tulus akan dikembalikan dengan cara yang lebih besar.
- Ukuran yang Digunakan: Mengukur dengan cara yang adil berimplikasi pada bagaimana kita akan diukur kembali.
- Imbalan Ilahi: Tuhan berjanji akan memberi lebih banyak kepada mereka yang memberi dengan murah hati.
- Pemberian yang Berkelanjutan: Pemberian bukan hanya tindakan sesaat tetapi sebuah gaya hidup yang mencerminkan karakter Allah.
Analisis dari Komentar
Matthew Henry
Matthew Henry menggarisbawahi bahwa pemberian kita bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang berbagi sumber daya spiritual dan emosional. Dia menekankan pentingnya memiliki niat hati yang murni saat memberi.
Albert Barnes
Albert Barnes menekankan bahwa "ukuran" yang digunakan dalam ayat ini bisa merujuk kepada bagaimana kita berperilaku. Jika kita murah hati, Tuhan juga akan memperlakukan kita dengan cara yang sama. Dia juga mengomentari pentingnya tindakan memberi sebagai manifestasi dari sifat Allah.
Adam Clarke
Adam Clarke mencatat bahwa ayat ini berfungsi sebagai jaminan bahwa setiap tindakan baik, terutama yang berkaitan dengan pemberian, tidak pernah sia-sia. Dia menekankan bahwa meskipun kita mungkin tidak segera melihat balasan, Tuhan tidak pernah gagal untuk mengingat dan membalas setiap kebaikan.
Referensi Silang Alkitab
Ayat ini dapat dihubungkan dengan beberapa ayat lain yang menyoroti tema memberikan dan menerima:
- 2 Korintus 9:6-8: "Sebaik-baik pemberi adalah hati yang gembira."
- Galatia 6:7: "Apa yang kamu tabur, itu juga yang akan kamu tuai."
- Mat 7:2: "Dengan ukuran yang kamu ukur, akan diukurkan kembali kepadamu."
- Praise 112:9: "Ia memberikan kepada orang miskin; kebaikannya tetap akan ada selama-lamanya."
- 1 Timotius 6:18: "Perintahkan mereka yang kaya di dunia ini supaya berbuat baik."
- Proverb 11:25: "Orang yang murah hati akan diberi keberuntungan."
- Roma 12:13: "Bantulah orang-orang kudus dalam kebutuhan mereka."
Koneksi Tematik dalam Alkitab
Pentingnya memberi dan menerima banyak ditemukan dalam konteks lebih luas dalam Alkitab. Berikut adalah beberapa tema yang berhubungan:
- Pelayanan kepada Sesama: Mengutamakan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri.
- Kasih: Memberi adalah ekspresi kasih sejati.
- Keberanian untuk Berkorban: Tuhan menghargai pengorbanan dalam memberikan dan melayani.
Kesimpulan
Lukas 6:38 bukan hanya sekadar instruksi untuk memberi, tetapi merupakan panggilan untuk memahami bagaimana Tuhan bekerja melalui prinsip memberikan. Ini adalah pelajaran untuk memelihara hati yang terbuka, siap memberi dan menerima dari limpahan berkat Tuhan. Dengan menerapkan prinsip ini, kita membangun satu sama lain dan menghormati nilai-nilai yang diajarkan Kristus.
Strategi untuk Menggali Ayat Alkitab Lainnya
Ketika studi Alkitab, sangat penting untuk menggunakan alat untuk menghubungkan ayat-ayat Alkitab. Berikut adalah beberapa metode untuk membantu dalam studi:
- Gunakan koncordansi Alkitab untuk menemukan kata kunci yang muncul dalam ayat-ayat yang berbeda.
- Manfaatkan panduan rujukan silang Alkitab untuk menggali lebih dalam tema dan makna.
- Latih metode studi rujukan silang Alkitab untuk meningkatkan pemahaman baik secara pribadi maupun dalam kelompok.