Pengertian dan Penafsiran Matius 15:21
Matius 15:21 adalah sebuah ayat yang mengisahkan perjalanan Yesus ke daerah Tirus dan Sidon, menunjukkan interaksi-Nya dengan seorang wanita Kanaan yang meminta pertolongan bagi putrinya yang dirasuki setan. Dalam konteks ini, mari kita telaah makna ayat ini melalui alat referensi Alkitab, termasuk penjelasan dari komentar publik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke.
Makna dari Ayat
Ayat ini memperlihatkan beberapa tema penting:
- Penginjilan kepada Bangsa Lain: Yeus yang mengunjungi daerah non-Yahudi menunjukkan bahwa keselamatan juga ditawarkan kepada semua bangsa.
- Iman yang Kuat: Wanita Kanaan ini menunjukkan iman yang besar meski dia bukan seorang Yahudi, yang mencerminkan prinsip terbuka dalam ajaran Kristus.
- Tantangan dalam Doa: Ketika Yesus awalnya menolak permohonannya, hal ini menguji kesabaran dan ketekunan wanita tersebut.
Penjelasan dari Komentar
Menurut Matthew Henry, interaksi Yesus dengan wanita ini adalah penggambaran dari dua hal: kasih Allah yang universal dan pengujian iman. Ayat ini menantang pembaca untuk memahami bahwa iman dapat ditemukan di tempat yang tidak terduga.
Albert Barnes menambahkan bahwa penolakan awal Yesus dapat dilihat sebagai cara untuk menunjukkan kekuatan iman wanita Kanaan tersebut. Dia tidak menyerah meski ada penolakan, menegaskan inti dari ajaran Kristus mengenai ketekunan dalam doa dan iman.
Di sisi lain, Adam Clarke menekankan pentingnya konteks budaya. Wanita ini memiliki latar belakang sebagai orang non-Yahudi, yang menghadap Yesus untuk meminta bantuan, yang menunjukkan bahwa Injil melampaui batas kebangsaan.
Tema Terkait dan Referensi Silang
Untuk memperdalam pemahaman, berikut adalah beberapa referensi silang yang terkait dengan Matius 15:21 dan tema yang diusungnya:
- Matius 8:5-13: Penyembuhan hamba yang percaya, menggambarkan iman luar biasa orang bukan Yahudi.
- Markus 7:24-30: Narasi serupa, memperlihatkan respons Yesus terhadap wanita Kanaan.
- Roma 1:16: Injil adalah kuasa Allah untuk keselamatan bagi setiap orang yang percaya, baik Yahudi maupun Yunani.
- Galatia 3:28: Dalam Kristus, tidak ada perbedaan antara Yahudi dan bukan Yahudi.
- Yohanes 10:16: Yesus menyatakan bahwa Dia memiliki domba lain yang bukan dari kandang ini.
- Kisah Para Rasul 10:34-35: Allah tidak membedakan orang, dan semua yang takut akan-Nya diterima.
- Matius 28:19: Perintah untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa.
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Ketika kita merenungkan Matius 15:21 dan penjawabannya, ada beberapa pembelajaran yang dapat diterapkan:
- Kekuatan Iman: Seperti wanita Kanaan, kita diajar untuk memiliki iman yang tidak goyah meskipun ada tantangan atau penolakan.
- Inklusivitas Injil: Kita diajak untuk memahami bahwa kasih Kristus berlaku untuk semua orang, tanpa kecuali latar belakang atau budaya.
- Kesabaran dalam Doa: Doa yang gigih menghasilkan jawaban. Kita perlu belajar untuk tidak cepat menyerah dalam pencarian spiritual kita.
Kesimpulan
Matius 15:21 dan konteksnya mengajarkan banyak hal tentang iman, penginjilan, dan sifat Allah yang inklusif. Dengan menggali makna mendalam dari ayat ini melalui penjelasan berbagai komentator, kita bisa lebih memahami bagaimana ajaran Yesus berdampak pada hidup kita dan menggugah kita untuk memperluas pandangan kita terhadap orang lain.
Dengan mengaitkan ayat ini ke referensi lain dalam Alkitab, kita dapat melihat hubungan yang lebih besar antara Kitab Suci, yang membantu kita memperoleh pemahaman yang lebih kaya tentang pesan keselamatan dan cinta Kristus yang universal.