Penjelasan Amsal 6:14
Amsal 6:14 berbicara tentang karakter orang yang licik, di mana terdapat kebejatan dan niat jahat dalam hatinya. Dalam konteks ini, kita akan menganalisis sifat-sifat yang dijelaskan dalam ayat ini berdasarkan komentar dari para ahli seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke.
Analisis Konteks
Amsal 6:14 berbunyi: "Di dalam hatinya ada tipu daya; ia merencanakan kejahatan setiap hari; ia menebarkan perselisihan." Ayat ini menunjukkan kedalaman rencana jahat seseorang yang terjebak dalam kebohongan dan penipuan.
Pemahaman dan Penafsiran
- Karakter Licik: Menurut Matthew Henry, ayat ini menggambarkan sifat orang yang tidak bisa dipercaya. Sifat licik menyebabkan kerusakan tidak hanya pada diri mereka sendiri tetapi juga pada orang lain.
- Rencana Jahat: Albert Barnes mengemukakan bahwa orang yang merencanakan kejahatan setiap hari menunjukkan ketidakpuasan dengan kebaikan dan selalu mencari cara untuk menipu orang lain.
- Kejahatan yang Berulang: Adam Clarke menekankan bahwa tindakan merencanakan kejahatan secara terus-menerus menunjukkan keterikatan yang mendalam pada dosa dan kebohongan.
Penafsiran Tematik
- Permusuhan dan Perselisihan: Dalam konteks hubungan antar manusia, Amsal ini mengingatkan pentingnya ketulusan dalam interaksi sosial.
- Pentingnya Hati yang Murni: Kitab Suci sering menekankan pentingnya hati yang murni dan niat yang baik, di mana Amsal ini menjadi peringatan akan konsekuensi dari hati yang berisi tipu daya.
Referensi Silang Alkitab
Amsal 6:14 memiliki hubungan dengan beberapa ayat lain, yang memperdalam pemahaman kita tentang tema ini. Beberapa referensi silang termasuk:
- Amsal 11:15 - tentang mendapatkan teman yang tidak baik.
- Amsal 12:20 - tentang rencana yang tidak baik.
- Amsal 16:28 - tentang penebar fitnah.
- Amsal 21:4 - tentang jalan yang tidak baik.
- Matius 15:19 - tentang pikiran jahat yang berasal dari hati.
- Yakobus 3:16 - tentang kebingungan dan tiap perbuatan jahat.
- 1 Yohanes 3:15 - tentang kebencian sebagai pembunuh.
Kesimpulan
Amsal 6:14 memberikan pengajaran yang mendalam tentang bahaya dari hati yang licik dan rencana jahat. Ini memperingatkan kita untuk menjaga hati dan niat kita tetap bersih. Dalam penafsiran ini, kita melihat bahwa Alkitab berfungsi sebagai panduan moral dan etika yang penting, serta berfungsi sebagai alat untuk memahami hubungan antar ayat dan tema yang ada dalam firman Tuhan.
Pentingnya Rujukan Alkitab
Memahami ayat-ayat dalam konteks lebih luas dapat memperkaya kehidupan spiritual kita. Menggunakan alat untuk rujukan Alkitab seperti panduan silang dan konsili memberi kita wawasan yang lebih dalam dan pemahaman yang lebih jelas tentang makna ayat Alkitab.
*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.