Mazmur 69:10 Arti Ayat Alkitab

(69-11) Maka aku telah menangis sambil merendahkan diriku dengan berpuasa, maka ia itupun telah menjadi suatu kecelaan pula bagiku.

Ayat Sebelumnya
« Mazmur 69:9
Ayat Berikutnya
Mazmur 69:11 »

Mazmur 69:10 Referensi Silang

Bagian ini menampilkan referensi silang terperinci yang dirancang untuk memperkaya pemahaman Anda tentang Kitab Suci. Di bawah ini, Anda akan menemukan ayat-ayat yang dipilih dengan hati-hati yang menggema tema dan ajaran yang terkait dengan ayat Alkitab ini. Klik pada gambar apa pun untuk menjelajahi analisis terperinci dari ayat-ayat Alkitab terkait dan mengungkap wawasan teologis yang lebih dalam.

Mazmur 109:24 IDN Gambar Ayat Alkitab
Mazmur 109:24 (IDN) »
Bahwa lututku melentur dari karena puasaku, dan tubuhkupun kuruslah, tiada gemuknya lagi.

Mazmur 35:13 IDN Gambar Ayat Alkitab
Mazmur 35:13 (IDN) »
Adapun akan daku, pada masa mereka itu sakit aku berpakaikan kain karung dan aku memenatkan hatiku dengan berpuasa, dan doakupun kembalilah ke dalam dadaku.

Mazmur 102:8 IDN Gambar Ayat Alkitab
Mazmur 102:8 (IDN) »
(102-9) Pada sebilang hari segala seteruku mencelakan daku, maka dengan gagahnya mereka itu mengutuki dengan celakaku.

Lukas 7:33 IDN Gambar Ayat Alkitab
Lukas 7:33 (IDN) »
Karena Yahya Pembaptis sudah datang, tiada makan roti atau minum air anggur, maka katamu ia bersetan.

Mazmur 69:10 Komentar Ayat Alkitab

Penjelasan Ayat Alkitab: Mazmur 69:10

Dalam Mazmur 69:10, penulis mazmur mengungkapkan rasa kesedihan dan penderitaan yang dalam. Ayat ini menyentuh pada tema pengorbanan dan penyesalan, menunjukkan bagaimana keadaan emosional dapat berdampak pada kerohanian seseorang. Dalam konteks ini, mari kita gali makna ayat ini dengan menyimak berbagai komentar dari sumber-sumber yang diakui, termasuk Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke.

Makna dan Tafsir Ayat

Ayat ini berbunyi: "Ketika aku menangis dan berpuasa, itu menjadi alasan mereka memfitnah aku." Ini menyoroti bagaimana ketulusan seorang hamba Tuhan, yang menghabiskan waktu dalam doa dan puasa, sering kali disalahpahami oleh orang lain. Mari kita lihat beberapa insight dari para komentator.

  • Matthew Henry:

    Matthew Henry menekankan bahwa menggugah perasaan melalui puasa bukan hanya sekadar tindakan lahiriah, tetapi juga mencerminkan kedalaman kerinduan seseorang untuk mendapatkan pertolongan Tuhan. Puasa dan tangisan adalah tanda kesedihan yang tulus, tetapi bisa dimisinterpretasikan oleh orang lain sebagai bentuk kelemahan.

  • Albert Barnes:

    Albert Barnes menambahkan bahwa kebangkitan emosi ini tidak hanya disebabkan oleh penderitaan pribadi, tetapi juga oleh penganiayaan yang dialami dari orang-orang di sekitarnya. Ia menunjukkan betapa lafaz ini menyinggung hubungan antara karya roh dalam hidup umat Tuhan dan bagaimana itu dapat direspon negatif oleh dunia.

  • Adam Clarke:

    Adam Clarke memberikan rincian lebih dalam tentang arti puasa dalam konteks spiritual. Ia berpendapat bahwa puasa yang sejati adalah bentuk pengabdian dan pengakuan terhadap kelemahan manusia di hadapan Tuhan. Ketika berdoa dengan sepenuh hati, suara puji dan penyesalan kita dapat ditangkap sebagai sesuatu yang tidak berarti oleh orang-orang yang tidak memahami.

Kaitannya dengan Ayat-Ayat Lain

Penting untuk cross-reference ayat ini dengan beberapa bagian lain dalam Alkitab yang memiliki tema yang sama atau mencerminkan konsep yang serupa. Berikut adalah beberapa ayat yang relevan:

  • Yesaya 58:6-7: Mengenai puasa yang benar dan pelayanan kepada yang membutuhkan.
  • Matthew 6:16-18: Mengajarkan cara yang benar dalam berpuasa dan berdoa agar tidak dipamerkan kepada orang lain.
  • Roma 12:15: Mengingatkan umat untuk bersuka cita dengan yang bersuka cita dan menangis dengan yang menangis.
  • 2 Korintus 7:10: Berbicara tentang penyesalan yang membawa kepada pertobatan dan hidup.
  • Filipi 3:18: Menyatakan kesedihan atas orang-orang yang hidup sebagai musuh salib dan berfokus pada hal-hal duniawi.
  • Yohanes 16:20: Menyampaikan bahwa akan ada kesedihan dalam dunia ini tetapi dia akan mengubahnya menjadi sukacita.
  • Mazmur 42:3: Seperti rusa yang merindukan air, jiwa kita merindukan Tuhan.
  • 1 Petrus 5:7: Menyuruh kita untuk menyerahkan semua kekhawatiran kepada Tuhan.
  • Mazmur 51:17: Tanda korban yang Tuhan inginkan adalah hati yang hancur dan remuk.
  • Yesaya 61:1-3: Mengabarkan kabar baik bagi orang-orang yang menderita dan memulihkan kehidupan mereka.

Kesimpulan

Mazmur 69:10 membawa kita pada pemahaman yang lebih mendalam tentang kesedihan, puasa, dan hubungan kita dengan Tuhan. Dengan memperhatikan bagaimana penulis mazmur mengalami penolakan dan fitnah, kita diajak untuk merenungkan bagaimana tindakan yang tulus dalam iman bisa disebut sebagai kelemahan oleh dunia. Ayat ini sangat beresonansi dengan banyak tema dalam Alkitab, dan melalui cross-referencing, kita bisa menemukan pemahaman lebih dalam tentang kesetiaan Tuhan, penyesalan, dan harapan.

Ikhtisar Alat dan Sumber untuk Studi Alkitab

Untuk memahami lebih lanjut tentang ayat ini dan melibatkan diri dalam pembelajaran skriptural yang lebih mendalam, berikut adalah beberapa sumber yang dapat membantu:

  • Alat untuk cross-referencing Alkitab.
  • Konkordansi Alkitab.
  • Panduan cross-reference Alkitab.
  • Methode studi cross-reference dalam Alkitab.
  • Referensi sumber daya Alkitab yang komprehensif.

Penutup

Dalam penjelasan ini, kami telah membahas secara mendalam tentang Mazmur 69:10 dengan menggabungkan pandangan dari berbagai penafsir. Melalui pengertian yang mendalam ini, diharapkan setiap individu dapat mengambil pelajaran berharga dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan Tuhan melalui pengertian dan aplikasi firman-Nya.

*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.

IDN Buku-Buku Alkitab