Kisah Para Rasul 26:32 Arti Ayat Alkitab

Maka sabda Agerippa kepada Pestus, "Orang ini sudah boleh dilepaskan, kalau tiada ia memanjat pengadilan Kaisar."

Ayat Sebelumnya
« Kisah Para Rasul 26:31
Ayat Berikutnya
Kisah Para Rasul 27:1 »

Kisah Para Rasul 26:32 Referensi Silang

Bagian ini menampilkan referensi silang terperinci yang dirancang untuk memperkaya pemahaman Anda tentang Kitab Suci. Di bawah ini, Anda akan menemukan ayat-ayat yang dipilih dengan hati-hati yang menggema tema dan ajaran yang terkait dengan ayat Alkitab ini. Klik pada gambar apa pun untuk menjelajahi analisis terperinci dari ayat-ayat Alkitab terkait dan mengungkap wawasan teologis yang lebih dalam.

Kisah Para Rasul 28:18 IDN Gambar Ayat Alkitab
Kisah Para Rasul 28:18 (IDN) »
Maka mereka itu pun memeriksa aku, lalu bermaksud hendak melepaskan aku, karena suatu pun tiada yang menyebabkan aku patut mati dibunuh.

Kisah Para Rasul 25:11 IDN Gambar Ayat Alkitab
Kisah Para Rasul 25:11 (IDN) »
Jikalau hamba bersalah dan sudah melakukan barang sesuatu yang berpadan dengan hukum bunuh, tiadalah hamba enggan daripada mati; tetapi jikalau tiada benar barang yang dituduh oleh mereka itu atas hamba, maka tiadalah seorang pun boleh menyerahkan hamba kepada mereka itu. Bahwa hamba memanjat pengadilan Kaisar."

Kisah Para Rasul 25:25 IDN Gambar Ayat Alkitab
Kisah Para Rasul 25:25 (IDN) »
Tetapi tampak kepada patik ini, bahwa suatu pun tiada perbuatannya itu yang berpadan dengan hukum bunuh. Dan sebab ia sendiri memanjat pengadilan baginda Kaisar itu, maka patik sudah menentukan akan menyuruhkan dia.

Kisah Para Rasul 26:32 Komentar Ayat Alkitab

Deskripsi Makna Alkitab: Kisah Para Rasul 26:32

Dalam Kisah Para Rasul 26:32, kita menemukan konteks di mana Raja Agripa menanggapi Paulus setelah mendengarkan kesaksian dan pembelaan Paulus tentang iman Kristen. Versi ini berbunyi: "Dan Agripa berkata kepada Paulus: 'Dalam waktu singkat engkau membujuk aku untuk menjadi seorang Kristen.'"

Ayat ini sering dianggap sebagai titik penting dalam interaksi antara kekuasaan politik dan penyebaran Injil. Di bawah ini adalah penjelasan dan penafsiran yang lebih mendalam mengenai makna dari ayat ini.

Analisis dan Interpretasi Alkitab

Berbagai komentar dari para pemikir Alkitab, termasuk Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, memberikan wawasan yang berharga tentang makna ayat ini.

Pemikiran Alkitab oleh Matthew Henry

Menurut Matthew Henry, respons Raja Agripa mencerminkan situasi di mana kebenaran dapat mengubah perspektif seseorang, meskipun Agripa tidak sepenuhnya mengadopsi iman Kristen. Henry menekankan bahwa Agripa mengenali daya tarik argumen Paulus, tetapi tetap enggan untuk berkomitmen.

Komentar oleh Albert Barnes

Albert Barnes menyoroti bahwa pertanyaan Agripa menggambarkan keraguan dan keterhubungan antara pengetahuan dan tindakan. Ia mencatat bahwa meskipun Agripa tidak menganggap dirinya sebagai pengikut, ada kedekatan dalam renungan atas ajaran Paulus. Ini memperlihatkan betapa mendalamnya kegagalan untuk bertindak meskipun ada pemahaman.

Penafsiran oleh Adam Clarke

Adam Clarke mengemukakan bahwa reaksi Agripa menunjukkan perlawanan biasa terhadap pengikut iman yang baru muncul. Ia mencatat bahwa reaksi ini sering terjadi di hadapan kebenaran yang menyakiti hati, menjadikan kita peka terhadap pergeseran antara pengakuan dan tindakan.

Kaitan Tema dengan Alkitab

Kisah ini berkaitan dengan banyak tema dan narasi lain dalam Kitab Suci. Berikut adalah beberapa referensi silang Alkitab yang berhubungan dengan Kisah Para Rasul 26:32:

  • Matthew 28:19-20 - Perintah untuk mengajar semua bangsa.
  • 1 Korintus 9:22 - Menjadi semua untuk semua orang demi Injil.
  • Filipi 1:13-14 - Kebangkitan iman karena kesaksian Paulus.
  • 2 Timotius 4:5 - Menghadapi tantangan dalam mengabarkan Injil.
  • Yesaya 6:9-10 - Penolakan akan pesan Tuhan.
  • Markus 16:15 - Panggilan untuk memberitakan Injil.
  • Johanes 3:20 - Penolakan terhadap kebenaran oleh dunia.

Koneksi Tematik dan Pemahaman Skriptural

Dari analisis di atas, terlihat adanya koneksi yang kuat antara Kisah Para Rasul 26 dan gagasan bahwa pengetahuan akan kebenaran tidak selalu berarti penerimaan terhadapnya. Ini adalah kenyataan yang relevan dalam perjalanan iman setiap orang.

Makna dari Kisah Para Rasul 26:32 menekankan pentingnya keterbukaan hati dalam menghadapi kebenaran, serta tantangan yang sering terjadi ketika berhadapan dengan iman yang bertentangan dengan norma sosial dan politik.

Kesimpulan

Kisah ini mengingatkan kita untuk tetap berkomitmen dalam menyebarkan kebenaran dan tidak mengenali batasan-batasan yang ditetapkan oleh masyarakat. Pengalaman Paulus mengingatkan kita bahwa kadang-kadang kita akan ditemukan di posisi yang sama dengan Agripa, berhadapan dengan pilihan penting untuk mengikuti jalan yang benar, tetapi harus berjuang melawan keraguan dan penolakan.

Sumber Belajar untuk Referensi Alkitab

Untuk pendalaman lebih lanjut mengenai alat untuk referensi silang Alkitab, berikut adalah beberapa sumber yang dapat dijadikan panduan:

  • Alat pencari silang dalam Alkitab
  • Kamus Alkitab
  • Panduan referensi silang Alkitab
  • Sistem referensi silang Alkitab
  • Menggunakan referensi silang Alkitab dengan efektif

Dengan menggunakan alat-alat ini, kita bisa lebih dalam memahami keterkaitan antara berbagai ayat dan tema dalam Kitab Suci, memperkuat pemahaman kita akan makna Alkitab secara keseluruhan.

*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.

IDN Buku-Buku Alkitab