Kejadian 26:11 Arti Ayat Alkitab

Maka Abimelekhpun memberi titah kepada segenap bangsa itu, katanya: Barangsiapa menyentuh akan orang ini atau akan isterinya, tak dapat tiada ia itu akan mati dibunuh.

Ayat Sebelumnya
« Kejadian 26:10
Ayat Berikutnya
Kejadian 26:12 »

Kejadian 26:11 Referensi Silang

Bagian ini menampilkan referensi silang terperinci yang dirancang untuk memperkaya pemahaman Anda tentang Kitab Suci. Di bawah ini, Anda akan menemukan ayat-ayat yang dipilih dengan hati-hati yang menggema tema dan ajaran yang terkait dengan ayat Alkitab ini. Klik pada gambar apa pun untuk menjelajahi analisis terperinci dari ayat-ayat Alkitab terkait dan mengungkap wawasan teologis yang lebih dalam.

Mazmur 105:15 IDN Gambar Ayat Alkitab
Mazmur 105:15 (IDN) »
Firman-Nya: Janganlah kamu mengusik akan orang yang telah Kulantik, dan jangan kamu berbuat jahat akan nabi-nabi-Ku.

Kejadian 20:6 IDN Gambar Ayat Alkitab
Kejadian 20:6 (IDN) »
Maka firman Allah kepadanya dalam mimpi: Ya, kuketahui bahwa dengan tulus hatimu juga telah kauperbuat itu, dan lagi telah kutegahkan dikau dari pada berbuat dosa akan Daku, maka sebab itu tiada Kubiarkan engkau menjamah akan perempuan itu.

Amsal 6:29 IDN Gambar Ayat Alkitab
Amsal 6:29 (IDN) »
Demikian perihal orang yang mencabuli bini orang lain, barangsiapa yang menjamah akan dia, niscaya tiada ia dibilang suci dari pada salah.

Zakharia 2:8 IDN Gambar Ayat Alkitab
Zakharia 2:8 (IDN) »
Karena demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam (setelah sudah disuruhkan-Nya aku dengan kemuliaan kepada segala bangsa yang dahulu menjarahi akan dikau): Bahwasanya barangsiapa yang mengusik kamu, ia itu mengusik biji mata-Ku!

Kejadian 26:11 Komentar Ayat Alkitab

Makna dan Interpretasi Alkitab untuk Kejadian 26:11

Kejadian 26:11 berbunyi: “Lalu Abimelekh memanggil Ishak dan berkata: ‘Lihat, dia telah datang untuk membohongi kita; maka ambillah dia dan bunuh dia.’” Ayat ini memberikan wawasan yang penting mengenai dinamika dari hubungan manusia dan kebenaran dalam kisah Ishak dan Abimelekh, serta tema iman dan kepercayaan.

Penjelasan Alkitabiah

Dalam konteks ini, terdapat beberapa poin utama yang dapat diuraikan dari ayat ini berdasarkan komentar publik yang terkait.

  • Pernyataan Ketidakjujuran:

    Dalam penafsiran oleh Matthew Henry, ia mencatat bahwa tindakan Ishak yang mengatakan bahwa Rebekah adalah saudarinya mewakili ketidakjujuran yang timbul dari ketakutan. Hal ini menunjukkan bagaimana ketergantungan pada kebenaran terkadang dipengaruhi oleh konteks situasi sulit.

  • Reaksi Abimelekh:

    Albert Barnes menekankan pada reaksi Abimelekh yang mengaitkan kebohongan Ishak dengan ancaman. Ia menyoroti bagaimana pemimpin kafir bisa lebih tanggap terhadap moralitas dibandingkan orang beriman, yang mengingatkan kita pada pentingnya takut akan Tuhan.

  • Konsekuensi dari Kebohongan:

    Adam Clarke memberikan perspektif lebih dalam tentang konsekuensi dari kebohongan yang berpotensi membawa pada kehancuran. Di sini, kita melihat bahwa tindakan Ishak dapat memiliki implikasi yang lebih besar dari yang ia duga.

Analisis Tematik

Tema yang muncul dari ayat ini dapat dibandingkan dengan beberapa ayat lain dalam Alkitab, yang juga berbicara tentang kebohongan dan kejujuran. Hal ini menjadikan Kejadian 26:11 sebagai titik fokus dalam mengeksplorasi konsekuesi dari kebohongan dan kebijakan dalam berhubungan dengan orang lain.

  • Kejadian 12:13: Abram menipu Abimelekh tentang status Sara.
  • Yohanes 8:44: Yesus membahas sifat iblis sebagai bapa dari kebohongan.
  • Amsal 12:22: Kejujuran adalah kesenangan bagi Tuhan, tetapi kecurangan adalah hal yang dibenci-Nya.
  • Mazmur 101:7: Mencerminkan prinsip kejujuran dalam interaksi sosial.
  • Kolose 3:9: Mengingatkan tentang pentingnya tidak berbohong satu sama lain.
  • Ibrani 6:18: Menyatakan bahwa Tuhan tidak dapat berbohong.
  • Efesus 4:25: Meminta agar kita berbicara kebenaran satu sama lain.

Pertanyaan untuk Renungan

Ketika merenungkan Kejadian 26:11, kita dapat mempertimbangkan beberapa pertanyaan:

  • Bagaimana kita dapat menjaga integritas dalam komunikasi kita sehari-hari?
  • Apa yang dapat kita pelajari dari perilaku Ishak dalam situasi stres?
  • Bagaimana reaksi Abimelekh mencerminkan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan kita?

Kesimpulan

Kejadian 26:11 menciptakan ruang untuk refleksi mendalam mengenai sifat kebenaran dan integritas dalam hubungan antar manusia. Memahami konteks dan interpretasi dari ayat ini memperkuat pengertian kita tentang bagaimana kebohongan dapat mempengaruhi hubungan kita dengan Tuhan dan satu sama lain.

Pentingnya Cross-Referencing dalam Studi Alkitab

Dalam mempelajari Kejadian 26:11, kita juga menemukan relevansi penting dari cross-referencing ayat-ayat lain yang memberikan kedalaman lebih pada tema yang sama. Menggunakan tools for Bible cross-referencing, kita dapat memperluas pemahaman kita tentang Alkitab dan menyingkap bagaimana berbagai ayat berhubungan satu sama lain.

Metode Studi Alkitab

Metode yang dapat digunakan dalam cross-referencing Bible study meliputi:

  • Meneliti tema sentral dalam beberapa ayat.
  • Membuat catatan mengenai bagaimana satu peristiwa berkaitan dengan peristiwa lain di seluruh Kitab Suci.
  • Menggunakan Bible concordance untuk menemukan hubungan antara berbagai ayat.

Sumber Daya untuk Referensi Alkitab

Untuk menemukan lebih banyak referensi Alkitab yang berkaitan dengan Kejadian 26:11, Anda dapat menggunakan:

  • Bible cross-reference guide: untuk menemukan koneksi antar ayat.
  • Bible reference resources: untuk sumber analisis yang mendalam.

Dengan merenungkan dan membandingkan berbagai ayat, kita dapat menghasilkan pemahaman yang lebih solid mengenai kebenaran yang terdapat dalam Alkitab.

*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.

IDN Buku-Buku Alkitab