Makna dan Penafsiran Lukas 15:30
Ayat ini berfokus pada pertikaian antara anak yang kembali dan saudara yang lebih tua,
memberikan pandangan mendalam tentang kemarahan, rasa iri, dan penerimaan dalam keluarga.
Kitab Lukas 15:30 berbunyi:
“Tetapi ketika anakmu yang hilang itu datang, yang telah menghabiskan hartamu dengan pelacur-pelacur,
engkau menyembelih anak lembu yang gemuk itu untuk dia.”
Pemahaman Umum
Dalam konteks perumpamaan, ayat ini menyoroti reaksi negatif dari saudara yang lebih tua terhadap
penerimaan yang diberikan kepada adiknya yang telah kembali setelah menjalani hidup yang menyimpang.
Hal ini menekankan tema kasih dan pengampunan yang melampaui kesalahan dan kegagalan.
Analisis Tematik
- Kasih Bapa: Dalam perumpamaan ini, Bapa melambangkan kasih yang tak bersyarat,
menyambut pulangnya anak yang hilang dengan sukacita, bahkan ketika anak tersebut telah berbuat salah.
- Kemarahan dan Iri Hati: Saudara yang lebih tua merasakan kemarahan
dan iri hati, mencerminkan respon manusia yang seringkali terhadap kasih dan penerimaan orang lain.
- Penerimaan dan Pengampunan: Menggambarkan bagaimana pengampunan sejati tidak dibatasi
oleh tindakan masa lalu, tetapi merupakan tema utama dalam iman Kristen.
Komparatif dan Keterkaitan Ayat
Ayat ini bersangkutan erat dengan banyak konsep lain dalam Alkitab. Berikut adalah beberapa referensi silang
yang relevan:
- Yohanes 3:16: Kasih Tuhan kepada umat manusia,
menunjukkan bahwa Dia mau menyelamatkan bahkan yang tersesat.
- Matius 18:21-22: Ajakan untuk mengampuni sesama tanpa batasan
mencerminkan prinsip yang sama tentang kasih dan penerimaan.
- Galatia 6:1: Menekankan pentingnya memulihkan orang yang tersesat dengan lembut.
- 2 Korintus 5:17: Menyiratkan kebangkitan baru bagi orang yang bertobat,
sejalan dengan tema kembalinya anak yang hilang.
- Roma 5:8: Menekankan kasih Allah yang tidak bersyarat kepada orang berdosa.
- 1 Petrus 4:8: Mengajarkan pentingnya mengutamakan kasih yang mendalam satu sama lain.
- Efesus 4:32: Menekankan pentingnya saling mengampuni sebagaimana Kristus
telah mengampuni kita.
Pandangan Para Komentator
Menurut Matthew Henry, saudara yang lebih tua adalah gambaran dari orang-orang
yang merasa lebih benar daripada yang lain, dan ketidakpuasan mereka menggambarkan
sikap orang Farisi terhadap penyelamatan yang diberikan kepada orang-orang berdosa.
Albert Barnes menyoroti bahwa karakter saudara yang lebih tua mencerminkan
tantangan dalam memahami dan menerima kasih dan pengampunan,
serta perbedaan antara hukum dan kasih.
Adam Clarke menekankan bahwa di balik kemarahan ada ketidakpuasan dan keangkuhan
yang sering kali menghantui hubungan manusia,
terutama yang dekat, seperti dalam keluarga.
Kesimpulan
Lukas 15:30 mengajak kita untuk merefleksikan tentang bagaimana kita merespons kasih dan penerimaan.
Ayat ini mencakup tema-tema penting dalam kekristenan,
mengajak kita menuju pengampunan dan penerimaan,
sementara juga memperingatkan kita tentang bahaya kemarahan dan iri hati.
Penggunaan Alat untuk Rujukan Alkitab
Untuk membantu dalam studi lebih dalam mengenai ayat ini, beberapa alat referensi Alkitab
yang berguna adalah:
- Penggunaan koncordansi Alkitab untuk menemukan ayat-ayat terkait.
- Pemanfaatan sistem rujukan silang Alkitab untuk analisis yang lebih komprehensif.
- Alat studi rujukan Alkitab untuk membangun pemahaman yang lebih baik tentang keterkaitan ayat.
*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.