Bagian ini menampilkan referensi silang terperinci yang dirancang untuk memperkaya pemahaman Anda tentang Kitab Suci. Di bawah ini, Anda akan menemukan ayat-ayat yang dipilih dengan hati-hati yang menggema tema dan ajaran yang terkait dengan ayat Alkitab ini. Klik pada gambar apa pun untuk menjelajahi analisis terperinci dari ayat-ayat Alkitab terkait dan mengungkap wawasan teologis yang lebih dalam.
Roma 12:16 (IDN) » Hendaklah kamu sehati seorang dengan yang lain. Janganlah mencita-cita perkara-perkara yang tinggi, melainkan tunduklah kepada yang rendah. Jangan bersangka dirimu pandai.
Amsal 26:16 (IDN) » Orang pemalas itu lebih pandai pada sangkanya sendiri dari pada tujuh orang yang memberi ikhtiar.
Pengkhotbah 9:15 (IDN) » Tetapi di dalam negeri itu didapati orang akan seorang orang miskin yang alim, maka ia juga yang meluputkan negeri itu oleh hikmatnya, tetapi seorangpun tiada yang ingat akan orang miskin itu.
Ayub 32:9 (IDN) » Bukannya orang yang banyak tahunnya itu bijaksana juga, bukannya orang yang tua-tua itu mengerti juga barang yang benar.
1 Korintus 3:18 (IDN) » Janganlah seorang pun menipu diri. Jikalau barang seorang di antara kamu menyangka dirinya sendiri bijak di dalam dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya boleh ia menjadi pandai.
Roma 11:25 (IDN) » Karena tiada aku suka, hai saudara-saudaraku, bahwa kamu tiada mengetahui rahasia ini, (supaya jangan kamu sangkakan dirimu itu pandai), yaitu bahwa kekerasan itu menimpa sebahagian bani Israel, sehingga genap bilangan orang kafir pun masuk iman.
Lukas 16:13 (IDN) » Tiada seorang hamba dapat bertuankan dua orang, karena tak dapat tiada seorang dibencinya dan yang lain itu dikasihinya kelak; atau ia berpegang pada seorang, dan meringankan yang lain. Tiadalah dapat kamu bertuhankan Allah bersama-sama dengan Mammon."
Yehezkiel 28:3 (IDN) » Bahwasanya berbudi juga engkau terlebih dari pada Daniel! satupun rahasia tiada yang terlindung dari padamu!
Yesaya 10:13 (IDN) » Karena katanya demikian: Dengan kuat tanganku sendiri dan dengan hikmatku sudah kubuat yang demikian. Setelah sudah tentu niatku maka aku meruntuhkan perhinggaan tanah beberapa bangsa dan harta benda mereka itu kurampas dan yang bersemayam di takhta itu kucampak ke bawah dengan gagahku.
Yesaya 5:21 (IDN) » Wai bagi orang yang bijak kepada pemandangannya sendiri, dan pada sangkanya dirinya juga budiman!
Amsal 26:5 (IDN) » Berilah jawab akan orang bodoh seperti patut kepada bodohnya, supaya jangan ia pandai pada sangkanya sendiri.
Amsal 19:1 (IDN) » Orang miskin yang melakukan dirinya dengan tulus hati itu terlebih baik dari pada orang yang bercabang lidah, jikalau kaya sekalipun.
Amsal 18:11 (IDN) » Bahwa pada sangka orang kaya harta bendanya baginya akan kota benteng dan akan pagar tembok yang tinggi.
Amsal 18:17 (IDN) » Orang yang pertama-tama dalam acaranya sendiri, tampaklah juga benar, tetapi kemudian datanglah kawannya menyelidik akan dia.
Amsal 23:4 (IDN) » Janganlah engkau berlelah hendak menjadi kaya, jikalau kiranya engkau berakal, maka tinggalkanlah akan dia.
1 Timotius 6:17 (IDN) » Pesankanlah kepada segala orang yang kaya di dalam alam ini, supaya jangan mereka itu tinggi hati, dan jangan harap kepada kekayaan yang tiada tetap itu, melainkan kepada Allah, yang mengaruniai kita segala sesuatu dengan limpahnya bagi menggunakan sekaliannya,
Amsal 28:11 Komentar Ayat Alkitab
Ringkasan Makna Ayat Alkitab: Amsal 28:11
Amsal 28:11 menyatakan: "Orang kaya sangat bijak dalam pandangannya, tetapi orang miskin yang berpengertian melihat betapa kosongnya orang kaya itu."
Pemahaman Ayat
Ayat ini menyoroti kontradiksi antara penampilan dan realitas yang seringkali ada di masyarakat. Dalam pandangan manusia, orang kaya dianggap bijak dan berpengaruh. Namun, orang miskin yang memiliki pengertian bisa melihat melampaui penampilan tersebut, menyadari kekosongan yang dapat menyertai kekayaan.
Penjelasan dari Komentar Alkitab
Matthew Henry:
Henry menekankan bahwa kekayaan dapat memberikan ilusi kebijaksanaan. Namun, kebijaksanaan sejati tidak ditentukan oleh kekayaan, melainkan oleh pemahaman dan integritas seseorang. Dia juga mencatat bahwa kondisi ekonomi tidak selalu mencerminkan nilai spiritual seseorang.
Albert Barnes:
Barnes menunjukkan bahwa orang yang miskin namun bijaksana memiliki kemampuan untuk mengenali kebohongan mengenai nilai-nilai kekayaan. Dia mencatat bahwa orang kaya sering kali terjebak dalam kebanggaan dan kesombongan, sedangkan orang miskin dapat lebih siap untuk menerima kebenaran dan hikmat.
Adam Clarke:
Clarke menyoroti bahaya mengandalkan kekayaan sebagai sumber kebijaksanaan. Dia percaya bahwa pemahaman yang mendalam tentang hidup dan moralitas tidak selalu datang dengan materi, dan kebijaksanaan sejati melampaui nilai-nilai duniawi.
Referensi Silang Alkitab
Amsal 11:4: "Kekayaan tidak dapat menyelamatkan pada Hari Kemarahan, tetapi kebenaran menyelamatkan dari kematian."
Amsal 22:2: "Kaya dan miskin bertemu; sesuai dengan Allah Yang menciptakan mereka semua."
Matius 19:24: "Lebih mudah seekor unta lewat di lobang jarum, daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Lukas 12:15: "Hati-hati dan waspadalah terhadap segala keserakahan, sebab walaupun ada limpahan harta, hidup seseorang tidak ditentukan oleh kekayaannya."
Amsal 13:7: "Ada orang yang berpura-pura kaya, padahal tidak memiliki apa-apa; dan ada orang yang berpura-pura miskin, padahal memiliki banyak harta."
Ekl. 5:10: "Siapa mencintai uang, tidak akan pernah puas dengan uang; dan siapa mencintai kekayaan, tidak akan puas dengan penghasilannya."
Yakobus 1:11: "Karena seperti bunga rumput ia akan layu, dan jalan hidupnya akan hilang."
Koneksi Tematik antara Ayat-Ayat Alkitab
Dalam pemahaman ayat ini terdapat tema luas mengenai:
Kontras antara Kekayaan dan Kebijaksanaan: Banyak ayat berbicara tentang nilai sejati, yang tidak terukur dari harta melainkan dari hikmat.
Pandangan Alkitab tentang Hartawan: Ayat-ayat dalam Alkitab seringkali memperingatkan tentang bahaya kekayaan yang tidak sebanding dengan kebenaran.
Kesimpulan
Dengan menyelami Amsal 28:11 dan komentar yang menyertainya, kita dapat memahami bahwa kebijaksanaan sejati bukanlah tentang kekayaan duniawi, melainkan tentang pandangan yang mendalam terhadap kehidupan dan spriritualitas. Ayat ini mengajak kita untuk melakukan cross-referencing dengan ayat lain untuk memperkaya pengetahuan kita, dan menemukan tema-tema penting dalam Alkitab yang saling berkaitan.
*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.