Pendahuluan: Dalam Matius 19:7, terdapat dialog antara Yesus dan para farisi tentang perceraian. Ayat ini menggali aspek hukum dan perlindungan yang diberikan dalam ikatan pernikahan.
Membahas makna ayat ini melalui berbagai perspektif dari komentar publik memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai tema yang dijelaskan.
Makna Matius 19:7
Pada dasarnya, Matius 19:7 berbicara tentang perceraian, di mana para farisi bertanya kepada Yesus:
"Mengapa Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai dan menceraikannya?"
Para ahli tafsir, seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke memberikan komentar dan interpretasi yang memperdalam pemahaman kita akan ayat ini.
Berikut adalah penjelasan dan perspektif mereka:
Interpretasi dari Komentar
-
Matthew Henry:
Henry menjelaskan bahwa pertanyaan para farisi mencerminkan keinginan mereka untuk menjebak Yesus dalam kata-katanya.
Dia menunjukkan bahwa meskipun Tuhan mengizinkan perceraian berdasarkan kemurahanNya, itu bukanlah rencana asal yang dikehendaki-Nya untuk pernikahan.
Tuhan ingin agar suami dan istri hidup dalam persatuan yang abadi, bukan dibubarkan.
-
Albert Barnes:
Barnes menyatakan bahwa izin perceraian bukanlah suatu mandat dari Tuhan, melainkan sebuah toleransi untuk mengatasi kerasnya hati manusia.
Dia berpendapat bahwa hukum Musa bersifat sementara untuk melindungi pihak yang lemah dalam pernikahan, tetapi Yesus memperluas konsep ini untuk berarti bahwa penceraian seharusnya hanya sebagai pilihan terakhir, bukan sebagai kebiasaan.
-
Adam Clarke:
Clarke menyoroti bahwa pertanyaan ini menunjukkan kebingungan yang ada di antara orang Yahudi mengenai legitimasi perceraian.
Dia mencatat pentingnya konteks budaya saat itu yang memberi lebih banyak kebebasan kepada pria untuk meninggalkan istrinya dibandingkan sebaliknya.
Hal ini menunjukkan ketidakadilan dalam praktek tersebut, yang jelas bertentangan dengan ajaran Kristus tentang kasih dan komitmen.
Referensi Silang Alkitab
Matius 19:7 berhubungan erat dengan beberapa ayat lain dalam Alkitab. Beberapa referensi silang yang penting meliputi:
- Keputusan Hukum Musa: Ulangan 24:1-4 - Menggambarkan hukum perceraian yang diberikan kepada bangsa Israel.
- Persepsi tentang Pernikahan: Matius 19:4-6 - Yesus merujuk pada rencana penciptaan Tuhan untuk pernikahan.
- 1 Korintus 7:10-11: Paulus memberikan arahan tentang perceraian kepada orang Kristen.
- Markus 10:2-5: Catatan paralel dari Markus juga membahas topik yang sama mengenai perceraian.
- Lukas 16:18: Menyebutkan pernikahan dan perceraian, menggarisbawahi ketegasan ajaran Yesus.
- Efesus 5:31-33: Menyatakan hubungan suami istri sebagai refleksi antara Kristus dan Gereja.
- Kolose 3:18-19: Menekankan tanggung jawab suami dan istri dalam hidup berumah tangga.
Penerapan dan Pemahaman Mendalam
Matius 19:7 tidak hanya membahas hukum dan tradisi, tetapi juga toy yang lebih dalam mengenai hubungan antaranggota komunitas.
Interaksi antara Yesus dan para farisi di sini membuka pembicaraan tentang natur komunitas yang saling menghormati dan berkomitmen dalam ikatan perkawinan.
Sebagai seseorang yang mendalami ayat ini, penting untuk memahami bahwa setiap kata dan konteks yang diberikan dalam Alkitab memiliki tujuan.
Kita dituntut untuk melakukan lebih dari sekadar memahami; kita harus menerapkan ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari kita.
Dalam kerangka pemahaman ini, ayat-ayat Alkitab lainnya yang mengaitkan tema perceraian dengan tema kasih, kesetiaan, dan pengampunan dapat membantu dalam memperluas pemahaman kita.
Kesimpulan
Matius 19:7 adalah ayat yang mengandung makna mendalam dan relevansi untuk zaman modern, yang menyoroti pentingnya komitmen dalam pernikahan dan tantangan yang dihadapi dalam hubungan.
Dengan menggabungkan pemahaman dari berbagai komentar publik, kita dapat mencapai pemahaman yang lebih baik tentang ajaran Alkitab.
*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.