Penjelasan Ayat Alkitab: 1 Samuel 1:2
Ayat 1 Samuel 1:2 berbunyi: "Ia memiliki dua istri; yang seorang bernama Hana dan yang seorang lagi Peninah. Peninah memiliki anak-anak, tetapi Hana tidak memiliki anak."
Dalam konteks ayat ini, ada beberapa makna penting yang dapat diambil dari komentar yang diberikan oleh berbagai penafsir Alkitab ternama seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke.
Makna dan Interpretasi Ayat
-
Pengaturan Keluarga:
Matthew Henry mencatat bahwa struktur keluarga Elkanah, yang memiliki dua istri, mencerminkan praktik budaya di zaman itu. Hal ini menyoroti tantangan yang datang dari sistem poligami, khususnya perasaan cemburu dan ketidakpuasan dalam hubungan keluarga.
-
Kontras antara Hana dan Peninah:
Albert Barnes menekankan bahwa ada kontras mencolok antara Peninah yang subur dan Hana yang mandul. Ini menunjukkan betapa mendalamnya rasa sakit dan penantian Hana untuk memiliki anak, yang menjadi tema penting dalam kisah ini.
-
Pentingnya Keturunan:
Adam Clarke menjelaskan bahwa memiliki keturunan sangat penting dalam kultur Israel, dan mandulnya Hana menciptakan rasa tidak berharga. Penjelasan ini menunjukkan bagaimana masalah keturunan berhubungan erat dengan identitas dan kehormatan seorang wanita pada zaman itu.
Pemahaman Lebih Dalam
Banyak hal yang dapat dicermati dari 1 Samuel 1:2, mulai dari dinamika hubungan keluarga, dampak emosional dari ketidaksuburan, hingga refleksi terhadap konteks sosial dan budaya.
Aspek Spiritual dan Emosional
-
Kesedihan dan Pengharapan:
Hana menjadi simbol kesedihan dan harapan. Ia berdoa dengan sungguh-sungguh, mencerminkan bagaimana rasa sakit dapat mendorong seseorang untuk mendekat kepada Allah. Ini memberi pelajaran spiritual tentang pentingnya berdoa dalam masa-masa sulit.
-
Pencarian Solusi Ilahi:
Dalam cerita ini, Hana akhirnya berjanji kepada Tuhan untuk menyerahkan anak yang akan diberikan kepadanya. Hal ini menunjukkan iman Hana dan keyakinannya bahwa Tuhan mendengar doanya, serta memperlihatkan hubungan antara pengharapan manusia dan kasih karunia ilahi.
Kaitannya dengan Ayat Lain (Cross-References)
1 Samuel 1:2 memiliki beberapa referensi silang yang membantu memperdalam pemahaman tentang konteks dan tema yang ada di dalamnya:
- 1 Samuel 1:7: Menggambarkan penderitaan Hana karena penindasan Peninah.
- Lukas 1:7: Menceritakan kisah Elisabeth yang juga mandul.
- Galatia 4:27: Menggunakan tema ketidaksuburan dan berkat.
- 1 Samuel 2:21: Mengisahkan tentang berkat yang diterima Hana setelah berdoa.
- Kejadian 30:1-2: Menyampaikan kesedihan Rahel yang juga mengalami mandul.
- 1 Timotius 2:15: Membahas peran wanita dan keturunan.
- Samsul 113:9: Menyatakan bahwa Tuhan memberi anak kepada yang mandul.
Kesimpulan
Kisah Hana dalam 1 Samuel 1:2 memberi pelajaran berharga tentang tantangan keluarga, kesedihan, harapan, dan hubungan dengan Tuhan. Ini bukan hanya sebuah narasi tentang seorang wanita yang mandul, tetapi juga sebuah refleksi tentang iman, pengharapan dan kasih karunia Tuhan yang dapat mengubah situasi. Bagi mereka yang mencari arti ayat Alkitab, penafsiran ayat Alkitab, serta cara untuk menyambungkan ayat-ayat Alkitab, kisah Hana dapat menjadi panduan penting.
*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.