2 Samuel 19:4 Arti Ayat Alkitab

Maka baginda sudah berselubungkan mukanya dan bagindapun menjerit dengan nyaring suaranya: Wai anakku Absalom, Absalom, anakku! Wai anakku!

Ayat Sebelumnya
« 2 Samuel 19:3
Ayat Berikutnya
2 Samuel 19:5 »

2 Samuel 19:4 Referensi Silang

Bagian ini menampilkan referensi silang terperinci yang dirancang untuk memperkaya pemahaman Anda tentang Kitab Suci. Di bawah ini, Anda akan menemukan ayat-ayat yang dipilih dengan hati-hati yang menggema tema dan ajaran yang terkait dengan ayat Alkitab ini. Klik pada gambar apa pun untuk menjelajahi analisis terperinci dari ayat-ayat Alkitab terkait dan mengungkap wawasan teologis yang lebih dalam.

2 Samuel 18:33 IDN Gambar Ayat Alkitab
2 Samuel 18:33 (IDN) »
Maka sangat hancurlah hati baginda, lalu naiklah baginda ke atas sotoh pintu gerbang sambil menangis, sambil berkata dalam antara baginda naik itu: Wai anakku Absalom! Wai anakku Absalom, wai anakku Absalom! Aduh, terutamalah aku sudah mati akan gantimu, wai Absalom anakku! wai anakku!

2 Samuel 15:30 IDN Gambar Ayat Alkitab
2 Samuel 15:30 (IDN) »
Maka naiklah Daud dari pada curam tempat pohon-pohon zait, sambil mendaki sambil menangis, dengan berselubung kepalanya dan bagindapun berjalan dengan telanjang kakinya, maka segala orang yang sertanya itupun berselubung kepala dan berjalan, sambil mendaki sambil menangis.

2 Samuel 19:4 Komentar Ayat Alkitab

Pemahaman dan Penafsiran 2 Samuel 19:4

2 Samuel 19:4 adalah ayat yang mencerminkan perasaan duka dan penyesalan yang mendalam, terutama dalam konteks kehilangan dan pengampunan. Dalam perikop ini, kita melihat Raja David berduka atas kematian Absalom, putranya, yang memberontak. Mari kita telaah beberapa komentar dari para ahli Alkitab seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke untuk menguak pemahaman lebih dalam dari ayat ini.

Ruang Lingkup Konteks

Pada saat peristiwa ini terjadi, Absalom telah mati dalam pertempuran melawan pasukan David. Meskipun Absalom adalah pemberontak, sikap David menunjukkan cinta dan kasihnya yang mendalam sebagai seorang ayah. Ini menyoroti tema kasih sayang orang tua, bahkan ketika anaknya melakukan kesalahan besar.

Analisis dari Komentar Alkitab

  • Matthew Henry: Menjelaskan bahwa rasa duka Raja David bukan hanya karena kehilangan Absalom, tetapi juga karena kegagalan untuk menduduki tahta dengan cara yang benar. Penyesalan ini mencerminkan ketidakmampuan manusia untuk berhadapan dengan konsekuensi tindakan kita.
  • Albert Barnes: Menyoroti bahwa David mengungkapkan rasa duka mendalam yang menggambarkan sisi manusiawi dari kepemimpinannya. Ia merasakan kehilangan yang mendalam meskipun Absalom telah melakukan hal yang salah.
  • Adam Clarke: Menyatakan bahwa ungkapan David "Oh, Absalom, anakku, anakku!" adalah manifestasi dari cinta yang tidak terpupus, menunjukkan bahwa ikatan keluarga lebih kuat daripada perbedaan ideologis atau tindakan.

Makna Tematik

2 Samuel 19:4 mengingatkan kita akan hubungan antara pengkhianatan dan pengampunan, perasaan duka dan kasih sayang yang menyatu. Tema ini sering muncul dalam Alkitab, menggambarkan kontras antara keadilan dan belas kasih Tuhan.

Koneksi Antar Ayat

Berikut adalah beberapa ayat yang berhubungan dengan 2 Samuel 19:4:

  • 1 Raja-Raja 2:5-6: Menunjukkan dampak dari tindakan Absalom dalam konteks sistem kerajaan Israel yang lebih luas.
  • Mazmur 55:12-14: Menggambarkan penderitaan David akibat pengkhianatan dari orang-orang terdekat.
  • Lukas 15:20: Menceritakan tentang sang anak yang hilang; pengampunan dan penerimaan terjadi di tengah pengkhianatan.
  • Yohanes 3:16: Menggambarkan kasih yang mendalam dan pengampunan yang ditawarkan oleh Tuhan kepada umat-Nya, menyentuh tema cinta yang lebih tinggi.
  • Roma 8:38-39: Menegaskan bahwa apapun yang terjadi, kasih Tuhan tidak akan pernah terpisahkan dari kita, sama seperti kasih David terhadap Absalom.
  • 2 Korintus 5:18: Menggarisbawahi tema rekonsiliasi dan pengampunan dalam kehidupan kita.
  • Mat 5:44: Mendorong kita untuk mencintai musuh kita, selaras dengan pengertian kasih David meskipun dalam keadaannya yang sukar.

Kesimpulan

Dalam menafsirkan 2 Samuel 19:4, kita diajarkan tentang kesedihan dan pengampunan, yang menjadi bagian integral dari pengalaman manusia. Meskipun Absalom melakukan kesalahan yang besar, reaksi David mengingatkan kita akan nilai kasih dalam keluarga dan realitas bahwa setiap individu berharga di mata Tuhan. Dalam konteks yang lebih luas, ayat ini juga menantang kita untuk mempertimbangkan bagaimana kita merespon pengkhianatan dan kesedihan dalam hidup kita bahkan saat kita merasakan luka yang mendalam.

Rujukan Alkitab Lainnya yang Terkait

  • 2 Samuel 1:23
  • 2 Samuel 15:30
  • Yohanes 8:34
  • 1 Korintus 13:4-7
  • Efesus 4:32
  • Kolose 3:13

Dengan memahami ayat ini dan mengeksplorasi koneksi antara ayat-ayat dalam Alkitab, kita dapat lebih mendalami makna dan aplikasi praktis dari pengajaran Tuhan dalam hidup kita sehari-hari.

*** Komentar ayat Alkitab terdiri dari sumber domain publik. Konten dihasilkan dan diterjemahkan menggunakan teknologi AI. Harap informasikan kami jika ada koreksi atau pembaruan yang diperlukan. Umpan balik Anda membantu kami meningkatkan dan memastikan keakuratan informasi kami.

IDN Buku-Buku Alkitab