Pemahaman dan Penjelasan Ayat Alkitab: Matius 21:31
Ayat Alkitab Matius 21:31 berbunyi: "Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak bapa?" Mereka menjawab: "Orang yang pertama." Yesus berkata kepada mereka: "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa pemungut cukai dan pelacur akan mendahului kamu ke dalam kerajaan Allah."
A. Ringkasan Makna Ayat
Dalam konteks yang lebih luas, Yesus memberikan perumpamaan tentang dua anak yang diperintahkan oleh ayah mereka untuk bekerja di kebun anggur. Meskipun yang pertama menolak, akhirnya ia pergi. Sementara yang kedua menjanjikan untuk pergi tetapi tidak melakukannya. Yesus mengarahkan ini pada orang-orang Farisi dan pemimpin agama, menunjukkan bahwa bagian luar yang tampak taat tidak selalu mencerminkan ketaatan sejati.
B. Analisis Melalui Komentar Alkitab
1. Komentar Matthew Henry:
Menurut Henry, perumpamaan mencerminkan sikap hipokrit dari para pemimpin agama yang menganggap diri mereka berhak atas kerajaan Allah, sedangkan mereka yang dianggap sebagai orang berdosa (seperti pemungut cukai dan pelacur) lebih responsif terhadap ajaran Yesus. Hal ini menunjukkan pentingnya hati yang benar dibandingkan penampilan luar.
2. Komentar Albert Barnes:
Barnes menyoroti bahwa Yesus mengantarkan pesan bahwa Kerajaan Allah tidak diakses melalui tradisi dan keterikatan pada hukum, tetapi melalui pertobatan dan iman. Dia menekankan bahwa orang-orang yang dianggap sebagai orang-orang terburuk dapat lebih cepat masuk ke dalam kerajaan Allah daripada orang-orang yang berpura-pura saleh.
3. Komentar Adam Clarke:
Clarke menambahkan bahwa perumpamaan ini berfungsi sebagai peringatan kepada mereka yang mengandalkan leluhur atau hukum untuk keselamatan mereka. Dia menunjukkan bahwa tindakan sejati lebih bernilai daripada janji kosong dan bahwa hasil akhir dari hati yang mencari Tuhan adalah penentuan yang lebih penting.
C. Rujukan Silang Ayat
- Matius 3:7 - Mengingatkan pada pentingnya pertobatan.
- Lukas 15:10 - Kebahagiaan di surga atas satu orang berdosa yang bertobat.
- Markus 2:17 - Yesus datang untuk memanggil orang berdosa.
- Yohanes 3:16 - Keselamatan melalui iman kepada Yesus.
- Roma 3:23 - Semua telah berbuat dosa.
- 1 Timotius 1:15 - Kristus datang untuk menyelamatkan orang berdosa.
- Ibrani 11:6 - Tanpa iman tidak mungkin untuk berkenan kepada Allah.
- Matius 7:21 - Tidak setiap orang yang berseru kepada Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan surga.
- Yohanes 6:44 - Hanya yang ditarik oleh Bapa yang dapat datang kepada Yesus.
- 1 Petrus 2:10 - Dari yang tidak layak menjadi umat Allah.
D. Koneksi Tematik dengan Ayat Lain
Matius 21:31 memiliki hubungan yang kuat dengan berbagai tema yang ditemukan dalam Alkitab, seperti pertobatan, ketaatan, dan menyambut kelompok yang terpinggirkan. Melalui alat untuk rujukan silang, kita bisa mendalami hubungan antar ayat yang memperkaya pemahaman kita:
- Hebrews 11:1 - Iman sebagai dasar harapan kita.
- 1 Korintus 13:2 - Pentingnya kasih dalam semua tindakan.
- Lukas 18:9-14 - Perumpamaan tentang pemungut cukai dan Farisi.
- Matius 5:3 - Berbahagialah orang-orang yang miskin di hadapan Allah.
- Jakobus 4:6 - Allah menentang orang yang angkuh, tetapi memberi kasih karunia kepada yang rendah hati.
E. Pemahaman Lebih Lanjut dan Alat Rujukan Alkitab
Memahami Matius 21:31 memerlukan pendekatan menyeluruh dan penggunaan berbagai alat untuk studi Alkitab. Beberapa sumber daya ini termasuk:
- Alat Rujukan Silang Alkitab: Memudahkan penelitian paralel antara ayat-ayat.
- Konkordansi Alkitab: Daftar ayat yang berkaitan dengan tema tertentu.
- Panduan Rujukan Silang Alkitab: Membantu menemukan hubungan antar ayat dengan cepat.
- Sistem Rujukan Silang Alkitab: Memudahkan menemukan tema yang terkait di seluruh kitab.
- Metode Studi Rujukan Silang Alkitab: Teknik untuk meneliti tema yang lebih luas.
F. Kesimpulan
Matius 21:31 tidak hanya mengingatkan kita tentang penilaian Allah yang berbeda dari penilaian manusia, tetapi juga menyoroti cinta dan kemurahan Allah kepada mereka yang mungkin merasa terpinggirkan. Melalui perumpamaan ini, Yesus menunjukkan bahwa kerajaan Allah terbuka untuk semua, terutama bagi mereka yang berani untuk bertobat dan mengakui kebutuhan mereka akan keselamatan.